Indomaret Dirampok, Alfamart Dibobol

MALANG – Perampokan di Kota Malang dengan target minimarket kembali beraksi, Kamis (7/8/14) malam. Kali ini sasarannya Indomaret Tidar Barat di Jl Raya Tidar Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dalam waktu super singkat, perampok tersebut menggondol uang Rp 8 juta.
Malam itu, pukul 22.00 WIB, Indomaret segera tutup seperti biasanya. Dua karyawan Avan dan Dewi sudah menutup sebagian rolling door dan bersiap pulang. Namun tiba-tiba dua orang yang mengenakan helm hitam dan putih masuk ke toko dan langsung menodongkan pistol ke mereka sembari meminta uang yang ada di dalam mesin kasir.
Merasa uang yang diterima masih sedikit, dua perampok tersebut memaksa Avan dan Dewi untuk mengeluarkan uang di dalam brankas. Mereka pun tidak berkutik karena pistol pelaku tetap mengarah kepada keduanya. Tanpa perlawanan, uang pun diserahkan kepada para perampok.
Kejadian tersebut berlangsung cepat, hanya sekitar lima menit. Setelah mendapatkan uang, perampok langsung melarikan diri dengan sepeda motor yang diparkir di luar toko. Meski singkat, mereka bisa menggondol Rp 8.000.000.
Riska Amanda Amalia, karyawan Indomaret yang Malang Post temui kemarin mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah ada barang lain yang dibawa pelaku. Sampai kemarin siang, dia dan beberapa karyawan lain masih sibuk mendata persediaan barang di tempatnya, jikalau ada barang lain yang diambil perampok.
“Kejadian Kamis malam itu terekam jelas di CCTV, namun sayang wajah mereka tidak kelihatan karena ditutupi,” jelas wanita yang bertugas mengatur letak barang itu. Ditambahkan, berdasarkan keterangan korban hanya diketahui kalau pelaku memakai helm bewarna hitam dan putih.
AKP Adam Purbantoro, Kasat Reskrim Polres Malang Kota yang kemarin malam berada di lapangan saat penyelidikan mengatakan, kepolisian masih mendalami kasus perampokan tersebut. Sayangnya, sampai berita ini ditulis pelaku masih belum bisa diidentifikasi karena data terkumpul masih sedikit. “Anggota saya masih menggali data di lapangan,” ujar mantan perwira Polda Maluku Utara itu.
Sementara itu, di lokasi yang lain pada hari yang sama kawanan pencuri berhasil menggasak barang-barang di Alfamart Jalan Sulfat 2 Kelurahan Bunul Rejo. Aksi tersebut baru diketahui Jumat (8/8/14) pagi oleh karyawan saat mulai buka toko.
Awalnya, tidak ada kecurigaan dari karyawan, sebab kondisi pintu depan tidak ada yang rusak. Namun saat menghidupkan mesin di bagian kasir tidak  juga menyala, setelah dicek ternyata mereka mendapati bagian tembok belakang rusak dan terdapat lubang. “Sekitar pukul 06.00 WIB karyawan mulai mulai buka dan mendapati tembok belakang berlubang, setiap hari kami buka toko hingga pukul 23.00 WIB,” kata Manager Alfamart Malang Raya Heri S di lokasi tanpa menyebut berapa kerugian yang dialaminya.
Waka Polsekta Blimbing AKP Misnan S membenarkan pembobolan tersebut. Menurutnya, pelaku membawa kabur 80 slop rokok, uang tunai Rp 1 juta yang berada di kasir, sedangkan uang yang berada di brankas masih utuh. “Sejauh ini kerugian sebesar Rp 17 juta, modusnya dengan menjebol tembok belakang,” kata Misnan saat di Mapolsek Blimbing, kemarin.
Tembok bagian belakang yang dijebol, kata dia, berdiameter 50 cm atau cukup untuk tubuh orang dewasa. Aksi ini juga tidak membuat warga curiga, karena bagian belakang toko terdapat lahan kosong dengan tanaman pisang. Selain itu, pelaku diperkirakan menggunakan kasur sebagai peredam untuk menjebol tembok.
Menurutnya, pelaku tampaknya sudah profeisonal, sebab mereka juga membawa kabur rekaman CCTV yang ada di dalam toko. Petugas juga tidak menemukan barang bukti yang digunakan, hanya saja dugaan sementara pelaku menggunakan linggis dan gunting kawat untuk membobol tembok.
“Kami masih memburu pelaku dan saat ini masih berlangsung proses penyelidikan. Kami masih mengumpulkan data-data, “ujarnya kepada Malang Post.
Mantan Kasat Sabhara Polresta Malang itu mengungkapkan, di bagian belakang terdapat rumah warga yang terbatas oleh tembok. Namun warga sekitar tidak tahu menahu adanya pencurian itu. Akan tetapi, sebelum lebaran 12 ayam milik warga juga hilang.
Misnan belum dapat memastikan apakah kawanan pencuri ini merupakan komplotan pelaku yang sama dengan kasus-kasus sebelumnya. “Untuk antisipasi para Babin Kamtibmas di setiap wilayah hukumnya, harus melakukan pengecekan setiap hari minimal dua kali. Baik itu di SPBU, minimarket, serta pengambilan uang atau ATM,”paparnya ramah.(erz/mik/han)