Polisi Periksa Delapan Karyawan KFC

MALANG – Sampai hari ini penyebab ledakan gas di KFC Malla Olympic Garden (MOG) masih belum bisa disimpulkan. Kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan atas kejadian ini, setelah melakukan investigasi di TKP, giliran polisi memeriksa karyawan KFC yang berada di tempat saat kejadian berlangsung.
Sekitar delapan karyawan menjalani pemeriksaan sejak kemarin. Mereka dimintai kesaksian saat kejadian. Upaya tersebut dilakukan kepolisian untuk mendalami apakah ada ada unsur kelalaian atau kesalahan prosedur pada peristiwa yang memakan dua korban luka bakar itu.
Sampai saat ini, hasil investigasi memang baru menunjukkan kalau di dapur restoran tidak terdapat ventilasi udara. Padahal, di dapur dengan isi enam tabung gas yang lima di antaranya berkapasitas 50 kilogram tersebut, harusnya ada lubang saluran udara yang cukup. Agar bila terdapat kebocoran, gas yang keluar tidak mengumpul dan menyebabkan ledakan.
Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro mengatakan, restoran harus menjamin keselamatan konsumen. “Pastinya keselamatan konsumen harus diutamakan,” tegasnya.
Mantan perwira Polda Maluku Utara itu menuturkan, bila ada kelalaian dari manajemen restoran, jelas akan diproses secara hukum. Manajemen lah yang bertanggung jawab. Kendati demikian, sementara ini kepolisian masih belum bisa menyatakan kalau ada terdapat kelalaian atau kesalahan prosedur dari manajemen restoran.
Kesiapan terkait kelayakan infrastruktur, ujar Adam, sepenuhnya menjadi tanggung jawab restoran. Jadi, hal-hal seperti itu memang harus selalu diperhatikan. Kepolisian tidak ikut memantau hal itu.
Selain itu, sejak kemarin polisi juga sedang menyelidiki apa ada unsur kesengajaan di peristiwa kemarin. “Pokoknya, kami akan menyelidiki semua kemungkinan, karena semua kemungkinan bisa terjadi. Selanjutnya kami akan menunggu hasil laboratorium forensik (labfor) untuk menarik kesimpulan,” tegasnya.
Kamis (7/8/14) lalu tiga personel Pusat Labfor Cabang Surabaya mendatangi TKP. Mereka melakukan olah TKP selama dua jam, dari pukul 12.30 WIB. Mereka membawa barang bukti berupa tabung gas berkapasitas 50 kilogram, sisa serpihan ledakan dan kabel instalasi.
Untuk diketahui, ledakan KFC MOG terjadi Rabu (6/8) lalu sekitar pukul 18.30 WIB. Diduga, ledakan disebabkan kebocoran regulator dari salah satu gas di dalam dapur. Peristiwa ledakan tersebut menelan dua korban, satpam jaga dan seorang karyawan KFC. Kini keduanya dirawat di RSSA setelah melakukan operasi Kamis lalu.
Sementara itu, pasca kebakaran yang terjadi di gerai Kentucky Fried Chicken (KFC) MOG Rabu (6/8/14) lalu, operasional mall sudah berangsur normal. Jam buka pusat perbelanjaan yang berdampingan dengan Hotel Aria Gajayana, sudah kembali pukul 10.00 WIB dan tenant yang tutup sehari sebelumnya dipastikan beroperasi.
“Sudah aman, seperti hari-hari sebelumnya. Imbasnya sehari saja, ketika ada beberapa tenant yang tutup. Hanya booth kecil di sekitar KFC yang baru buka besok (hari ini, red),” ujar Manajer Operasional MOG, M. Edi Alexander, kemarin.
Dia menyampaikan, saat ini area yang terbakar sudah ditutup dengan papan. Untuk sementara, manajemen maupun pihak KFC belum bisa merenovasi area itu, sebab masih menunggu hasil penyelidikan.
Terkait permasalahan pengamanan, pria yang akrab disapa dengan Alex tersebut mengakui, selama ini gerai makanan atau food court sudah sesuai standar. Akan tetapi, dia juga tidak memungkiri bila bahaya seperti kebocoran gas seperti Rabu lalu menjadi ancaman. “Untuk persiapan pengamanan seperti hydrant pemadam sudah bagus dan berfungsi normal. MOG selalu mengadakan pengecekan rutin, termasuk ke area dapur,” urai dia.
Menurutnya, untuk pengaturan dapur, MOG memberikan kebebasan dari pemilik tenant atau gerai. Pasalnya, sang pemilik yang mengajukan denah tempat usahanya ketika fitting out. “Selanjutnya pemilik mengajukan kepada kami, untuk disetujui atau tidak. Bila ternyata unsur keselamatan kurang bagus, denah tersebut harus diubah,” beber dia kepada Malang Post.
Proses fitting out tersebut, sesuai penuturan Alex, tidak selalu diterima. Sebab, MOG juga mematok area dapur dan tempat pembuangan gas berupa instalasi di bagian belakang dapur. “Agar lebih aman, kami sarankan pada area yang lebih terbuka,” imbuhnya.
Dia memastikan, untuk ke depannya area KFC mesti diubah. Terutama bagian dapur yang justru mengarah ke dalam mall atau di sisi selatan. Ukurannya pun terlalu kecil, sekitar 3 x 2 meter. “Mungkin bila dapur di bagian utara, akan lebih aman karena langsung mengarah ke area terbuka. Ukuran yang kecil mungkin standar mereka,” tegas Alex.
Alex menambahkan, kejadian tersebut juga menjadi pelajaran bagi building management. Tidak hanya untuk KFC yang terkesan mengabaikan wilayah dapur yang terlampau kecil, tetapi juga ke tenant makanan lain. “Pasti kami kaji lagi beberapa area yang tidak begitu pas penataannya, termasuk instalasi pembuangan gas,” tandas dia. (erz/ley/han)