KFC Klaim Asuransi ke PT ACA

MALANG – Ledakan dan kebakaran di Kentucky Fried Chicken (KFC) MOG, Rabu (10/8) lalu masih terus didalami oleh kepolisian. Meskipun hasil investigasi belum keluar, ternyata KFC telah mengurus klaim asuransi. Gerai waralaba dari Amerika itu ingin mencairkan dana atas peristiwa ledakan dan kebakaran.
Menurut informasi, gerai KFC tersebut tercover PT Asuransi Central Asia (ACA). Saat ini, tengah proses pengajuan untuk pencairan klaim asuransi. “Pasti KFC juga sudah mengurus berkas untuk mencairkan asuransinya,” ujar Manager Operasional MOG, M. Edi Alexander.
Akan tetapi, untuk bagaimana dan berapa jumlahnya, dia tidak mengetahui. Begitu pula klaim asuransi yang bisa dicairkan oleh perusahaan asuransi yang mencover MOG secara keseluruhan. “Kami juga cover gedung, tenaga kerja agar keselamatan terjamin ketika ada kejadian seperti,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Malang Post mencoba berkonsultasi dengan salah satu marketing PT ACA Malang, Dedi Pujo Saputro. Dia tidak menampik bila asuransi untuk properti di KFC MOG tersebut di PT ACA. “Iya memang benar cover asuransi di tempat saya,” beber dia kepada Malang Post.
Akan tetapi, untuk segala proses pencairan, sepenuhnya ditangani di Surabaya. Sempat untuk proses pemeriksaan atau penghitungan dilakukan oleh ACA Malang. “Tetapi hanya sebatas isu, mengenai jumlah kami tidak tahu,” ujarnya.
Dia menyampaikan, untuk KFC memilih  perlindungan asuransi dari bahaya kebakaran. Sesuai dengan tipe bisnisnya, resto memang rentan terhadap ancaman tersebut. Yang ditanggung berupa bangunan dan properti seperti peralatan dapur dan furniture.
“Itu sudah dilaporkan juga oleh KFC ke ACA. Termasuk kronologis kejadian, dan laporan masih global. Sedangkan tim ACA masih belum bisa berhitung penuh, sebab area masih terbatas juga untuk diselidiki,” tegas dia.
Dia mencontohkan, untuk jumlah pencairan sesuai dengan jumlah pertanggungan yang dipilih. Misalkan nilainya Rp 500 juta, bisa jadi sebesar itu. “Tetapi bisa lebih rendah berdasarkan hasil investigasi,” tambahnya.
Dedi menuturkan, asuransi kebakaran tersebut bisa dicairkan asal memenuhi unsur api yang menimbulkan kerugian. Dengan syarat utama, api tersebut tidak disebabkan karena kesengajan untuk pencairan asuransi.
Sementara itu, Regional Manager Jiwasraya Malang, Wahyu Herdianto menuturkan, bila untuk pencairan asuransi seperti kejadian kebakaran KFC MOG, pihak asuransi harus menunggu hasil peneylidikan. “Penyeledikan dari labfor dan kepolisian, serta dari surveyor perusahaan tersebut,” ujarnya.
Petugas surveyor ini dipercaya oleh perusahaan untuk melihat dan mendokumentasikan barang bukti yang diperlukan. Termasuk memberi penjelasan kepada perusahaan. “Termasuk menyamakan kronologi kejadian, untuk menentukan kejadian itu disengaja atau tidak. Hal itu mempengaruhi jumlah klaimnya,” terang dia kepada Malang Post.
Menurutnya, perusahaan asuransi akan menunggu laporan dari korban atau KFC maksimal tujuh hari. Lalu, proses akan memerlukan waktu antara dua minggu hingga sebulan. Bila sudah lengkap, tinggal butuh waktu sekitar 15 hari untuk pencairan klaim. Tetapi bila jumlahnya besar bisa lebih lama.

Polisi Belum Temukan Hal Baru

Sampai sekarang pun polisi belum bisa memberi kepastian apa penyebab ledakan di dapur KFC Mall Olympic Garden (MOG). Dari hasil pemeriksaan sekitar delapan karyawan KFC yang sedang berada di lokasi saat kejadian, polisi juga belum mendapat temuan baru.
“Masih sama seperti dugaan awal, penyebab ledakan adalah kebocoran gas,“ tegas Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro kepada Malang Post kemarin.
Dia menjelaskan, pemeriksaan karyawan pada  Jumat (8/8) kemarin hanya menggali data dari kesaksian para karyawan. Kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan pada rekaman CCTV restoran. Rekaman tersebut memperlihatkan kalau regulator tabung gas lepas, kemudian para karyawan yang berada di dapur berlarian keluar. Setelah itu ledakan terjadi.
Kendati demikian, rekaman CCTV tersebut juga tidak memberikan keterangan baru. Belum ada bukti-bukti yang menunjukkan ledakan berasal dari kelalaian atau kesalahan prosedur dari pihak restoran. “Tapi tetap belum bisa dipastikan kalau tidak ada unsur kelalaian,“ tegas mantan perwira Polda Maluku Utara itu.
Sekarang, lanjut Adam, polisi tinggal menunggu kesaksian dari korban. Karena hanya korban yang berkontak langsung dengan ledakan itu. Hanya saja, sampai saat ini polisi menganggap korban masih belum bisa memberi keterangan. "Sekitar hari Senin barangkali korban bisa memberi keterangan,“ jelasnya.
Sementara itu, menanggapi peristiwa ledakan KFC yang tak kunjung muncul titik terang, Sudiyono, Kepala Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) Kota Malang mengatakan kalau seharusnya restoran memiliki saluran udara yang cukup. Dari hasil pemantauan LPKNI pada beberapa restoran di dalam hotel dan mall, saluran udara selalu ada dan cukup.
“Kalau restoran besar dan kelas internasional biasanya seperti itu, selalu ada saluran udara di dapurnya,“ katanya kepada Malang Post kemarin. Ditambahkan, bila tidak ada saluran udara restoran bisa menyiasatinya dengan memberikan cerobong asap yang terhubung langsung dengan luar.
Hal mendetil seperti itu, menurut Sudiyono, harus diperhatikan sejak dini. Belajar dari ledakan di KFC, hal tersebut menurutnya mengancam keselamatan konsumen. Beruntung, tidak ada konsumen restoran yang terluka saat itu.
Oleh karena itu, Sudiyono menganjurkan mulai sekarang setiap restoran mulai memeriksa kesiapan infrastruktur di dapur. Sedangkan, pemerintah melalui dinas terkait juga sudah seharusnya bergerak mengecek kelayakan dapur restoran. “Jangan baru ada hal-hal besar seperti ini saja baru bergerak dan saling menyalahkan,“ pungkas pria asal Pasuruan tersebut. (ley/erz/ary)