Puluhan Kasus, Polisi Dibuat Tak Berdaya

MALANG – Dua kasus perampokan minimarket yang terjadi di Kota Malang Kamis (7/8) lalu, menambah jumlah daftar Indomaret dan Alfamart di Malang Raya yang menjadi korban perampokan. Jika dihitung sudah ada puluhan toko waralaba yang menjadi sasaran ‘kelompok rampok’ ini. Sejauh ini, polisi seakan dibuat tak berdaya dengan aksi mereka.
Faktanya dari sejumlah kasus perampokan mulai tahun 2013, belum ada satu pelaku pun yang berhasil diamankan. Aparat kepolisian selama ini terkesan mengobral janji, dengan mengatakan segera mengungkap pelakunya. Bukti rekaman aksi pelaku yang terekam pada CCTV, masih belum cukup membantu polisi untuk menangkap pelaku.
Di Kabupaten Malang, selama kurun waktu lima bulan terakhir sedikitnya ada sekitar lima kejadian perampokan toko waralaba. Belum ditambah dengan kejadian perampokan sebelumnya, termasuk kejadian perampokan pada 2013.
Antara lain adalah Alfamart di Jalan Dr Cipto, Desa Bedali, Lawang pada 25 Maret 2014. Perampokan Indomaret Jalan Raya Ketapang, Desa Sukoharjo, Kepanjen pada Minggu 6 April 2014. Kemudian Indomaret Desa Randuagung, Singosari pada Kamis 12 Juni.
Lalu Alfamart Jalan Raya Mondoroko, Singosari pada 14 Juni 2014 serta Indomaret Jalan Sumberwuni, Lawang pada Rabu 9 Juli lalu. Dari sederet aksi perampokan tersebut, setidaknya sudah ratusan juta uang yang telah dikantongi pelaku.
“Kasus perampokan ini terjadi karena ada kesempatan. Untuk menekan maka harus meniadakan kesempatan. Artinya semua pihak harus saling membantu, antara polisi dengan masyarakat. Karena jumlah polisi sangat terbatas, namun harus melakukan pengawasan sangat luas. Oleh karena itu, harus ada peran serta dari masyarakat,” terang Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta.
Mantan Kapolres Madiun Kota ini mengaku bahwa pihaknya sebelumnya sudah memberikan imbauan kepada pemilik Alfamart dan Indomaret di wilayah Kabupaten Malang. Imbauan meminta untuk tidak buka selama 24 jam. Tetapi faktanya masih banyak Alfamart dan Indomaret ‘ndablek’ yang tetap buka 24 jam. “Kami sebelumnya meminta supaya buka sampai pukul 23.00. Tetapi imbauan itu tidak diperhatikan,” ujarnya.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa penyelidikan pelaku perampokan di Alfamart dan Indomaret sampai saat ini belum berakhir. Ia menegaskan bahwa penyelidikan tetap berjalan. Bahkan sebelumnya ia pernah berjanji, untuk menembak mati pelaku jika tertangkap.
“Pelaku perampokan di Alfamart dan Indomaret ini satu komplotan. Dan mereka berasal dari satu daerah yang sama. Pelaku ini merampok berpindah-pindah. Jika di Malang tidak ada sasaran, mereka pindah ke kota lain,” tutur Wahyu Hidayat.
Lalu apa kesulitan untuk menangkap mereka ? Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, menerangkan bahwa kesulitan polisi ada pada barang bukti. Selain itu, kelompok perampok ini tergolong sangat licin. “Kami akan terus berusaha untuk menangkap mereka, dengan terus berkoordinasi dengan Polres lain. Termasuk meminta anggota mengawasi Indomaret atau Alfamart yang sangat mungkin menjadi sasaran perampok,” paparnya.
 
Aksi Besar Setelah Lima Bulan
Di Kota Malang, Polisi mendeteksi bahwa perampokan yang terjadi di Indomaret Tidar Barat dan Alfamart Sulfat dilakukan komplotan spesialis perampokan minimarket. Kedua aksi berasal dari kelompok pelaku yang berbeda. Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro mengatakan kesimpulan tersebut diambil karena perlakuan pada keduanya berbeda.
Di Indomaret Tidar Barat, Jl Raya Tidar Kelurahan Karang Rejo, pelaku melakukan kontak fisik dengan korban. Pelaku menodongkan pistol ke korban, kemudian memaksa korban memberikan uang yang ada di dalam mesun kasir dan brankas.
Sedangkan, di Alfamart Sulfat, Jl Sufat 2 Kelurahan Bunul Rejo, terkesan lebih profesional. Pelaku beraksi saat di malam haru, saat kondisi Alfamart sedang sepi. Pelaku membobol dinding minimarket, kemudian menggasak uang dan barang di sana. Tidak hanya itu, mereka juga menghapus jejak dengan membawa kabur rekaman CCTV.
“Bisa dipastikan keduanya berbeda, karena motif dan perlakuannya juga berbeda,” ujar Adam kepada Malang Post kemarin. Ditambahkan, ada kemungkinan kalau keduanya merupakan komplotan perampok minimarket yang selama ini beraksi di Malang Raya.
Sayangnya, polisi juga belum bisa memastikan siapa pelaku perampokan itu. Sebab, dari keterangan saksi, yakni karyawan kedua minimarket, tidak ada yang melihat wajah korban. Kendati begitu, Adam mengatakan kalau kepolisian mulai bisa mengidentifikasi pelaku. “Sudah bisa diidentifikasi, tapi masih dirahasiakan,” jelasnya.
Sampai kemarin siang, polisi masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian.  Dalam catatan Polres Malang Kota, sekitar lima bulan tidak terjadi perampokan di Kota Malang. "Terakhir sekitar bulan Maret-April lalu dan baru kejadian lagi kemarin ini," lanjutnya.
Untuk diketahui, perampokan di Indomaret Tidar Barat menelan kerugian sebesar Rp 8.000.000. Sedangkan di Alfamart Sulfat, pelaku membawa kabur 80 slop rokok dan uang tunai Rp 1.000.000, total kerugian di Alfamart sekitar Rp 17.000.000. (agp/erz/ary)