Suami Laporkan Istri KDRT

MALANG – Seorang istri warga Kelurahan Gading Kasri, Kota Malang, berinisial TWY, 33 tahun akhir pekan lalu dilaporkan suaminya, AW, 36 tahun,  ke Polres Malang. Dalam laporannya, AW mengatakan telah menjadi korban tindak kekerasan istrinya. Ia mengaku dipukul, digigit dan bahkan diludahi.
Laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut, kini sedang diselidiki petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Untuk memperkuat laporannya, korban AW juga dimintakan visum di rumah sakit RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
“Laporannya sudah kami terima dan saat ini kasusnya sedang kami selidiki, dengan meminta keterangan saksi,” ungkap Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo SH, M.Hum.
Diperoleh keterangan, hubungan AW dengan TWY adalah sepasang suami istrinya, yang sudah dikaruniai tiga orang anak. Awal menjalani rumah tangga, hubungan mereka berjalan baik saja. Namun menginjak beberapa bulan terakhir, hubungan keduanya mulai tidak harmonis.
Puncaknya terjadi pada 23 April dan 10 Mei  lalu, di rumah mereka di Villa Puncak Tidar, Desa Karangwidoro, Dau. Saat itu korban menegur istrinya yang mengunci anaknya di dalam kamar, hingga tidak bisa sekolah. Ketika ditegur, TWY malah marah-marah.
Ia menyerang dengan memukuli, menggigit dan meludahi AW. Setelah puas menganiaya, TWY pergi sembari melontarkan gugatan cerai. Korban yang masih sayang, awalnya tidak mau melapor ke polisi. AW berharap hubungan rumah tangganya bisa diperbaiki. Bahkan AW, tidak mau menerima gugatan cerai. Namun karena tidak kuat menahan sikap istrinya, AW lalu melaporkan ke Polres Malang Sabtu (9/8) lalu.(agp/aim)