Jadi Otak Pencurian, ABG Tidak Ditahan

JABUNG- Usianya masih 13 tahun, namun siapa sangka seorang anak bernisial BB, warga Dusun Karanglo Desa Kemiri Kecamatan Jabung sudah menjadi otak pencurian rumah. Dia ditangkap Unit Reskrim Polsek Jabung bersama Basori, 27 tahun, warga Dusun Kemiri Kerajan Desa Kemiri Kecamatan Jabung pada Minggu (10/8) malam kemarin.
Kedua tersangka bersama seorang pelaku yang masih buron berinisial S, mencuri rumah milik Dudung, 30 tahun, warga Dusun Gondang Desa Kemiri Kecamatan Jabung.
“Untuk pelaku berusia dibawah umur berinisial BB tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor. Tersangka lainnya yang masih buron berinisial S, identitasnya sudah diketahui. Saat ini jajaran Reskrim sedang melakukan pengejaran,” ujar Kapolsek Jabung AKP Yatmo kepada Malang Post kemarin.
Menurutnya, peristiwa pencurian itu terjadi pada hari Sabtu (2/8) lalu. BB bertindak sebagai otak pencurian, mengajak Basori dan DPO berinisial S untuk mencuri rumah korban Dudung. Modus operandi ketiga tersangka, yakni mencongkel pintu rumah korban sekitar pukul 23.30 WIB.
Saat itu, kondisi rumah sedang sepi lantaran ditinggal para penghuninya berlibur. Setelah berhasil masuk, langsung menyikat barang berharga milik korban. Diantaranya sebuah Samsung Galaxy Tab, sebuah HP merek Nokia Super Nova, MP3, LCD dan uang tunai senilai Rp 75 ribu.
Ketiga korban langsung ngacir begitu saja. akibat pencurian itu, korban melaporkan ke Mapolsek Jabung. Menurut Yatmo, keberhasilan petugas menangkap tersangka saat melacak GPS Samsung Galaxy Tab yang dicuri. Tersangka yang berhasil ditangkap pertama kali adalah Basori.
“Setelah diketahui keberadaanya, petugas menyaru sebagai pembeli yang ingin membeli Samsung Galaxy Tab itu. Saat ditangkap itu, tersangka tidak bisa berbuat apa-apa,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Saat ditangkap itu, Basori menyebut otak pelakunya adalah BB yang masih di bawah umur. Petugas langsung bergegas menuju ke rumah tersangka BB seketika itu juga. BB tidak bisa mengelak lagi dan mengakui perbuatannya tersebut.
“Barang curian lainnya, dibawa DPO berinisial S. Kami hanya bisa mengamankan sebuah Samsung Galaxy Tab,” terang Yatmo.
Atas perbuatan yang dilakukan keduanya tersebut, diancam pasal 363 KUHP tindak pidana pencurian pemberatan yang ancaman hukumannya lima tahun penjara. “Kendati tersangka BB tidak ditahan, proses hukumnya tetap berlanjut. Dia (BB) tetap kami limpahkan ke kejaksaan untuk disidangkan,” pungkasnya. (big/aim)