Usai Temui Janda, Pemuda Bakalan Ditusuk

Lokasi penusukan yang sepi  di jalan tembus antara Desa Kuwolu dengan Desa Bakalan, Bululawang.

MALANG – Duka mendalam dirasakan keluarga Matsari dan Samini, warga Desa Bakalan, RT02 RW01, Kecamatan Bululawang, akhir pekan lalu. Anak pertama dari dua bersaudaranya, Moch Wahyudi, 22 tahun, meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan dua orang tak dikenal, 7 Agustus  lalu.
Korban meregang nyawa di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Minggu dini hari sekitar pukul 04.00, setelah mendapat perawatan selama tiga hari. Kematiannya, akibat luka tusuk di perut serta dadanya.  Kasus itu langsung dilaporkan ke petugas Polsek Bululawang. Polisi kini masih mendalami siapa pria misterius yang melakukan penusukan, dengan meminta keterangan beberapa saksi. Termasuk saksi mata RN, 22 tahun, teman wanita korban yang kali pertama menemukan.
“Pelakunya masih kami selidiki. Karena tidak ada saksi mata yang mengetahui kejadian tersebut. Dugaan sementara, korban ini ditusuk oleh pengendara motor yang melintas. Pelaku mengira korban adalah pelaku begal (perampasan motor) karena berada di tempat sepi sendirian,” terang Kapolsek Bululawang, Kompol A Napitupulu kepada Malang Post, kemarin.
Informasi yang diperoleh, peristiwa penusukan yang dialami Wahyudi terjadi pada 7 Agustus lalu sekitar pukul 22.00. Sebelum kejadian, korban bersama dua orang temannya, pesta minuman keras di ujung jalan Desa Kuwolu, Bululawang. Setelah minuman habis, ia lalu berpamitan pada dua temannya untuk menemui RN, di jalan tembus antara Desa Kuwolu dengan Desa Bakalan, Bululawang yang kondisinya sepi. RN ini diketahui seorang janda.
“Anak saya dengan RN itu tidak ada hubungan apa-apa. Mereka hanya teman biasa saja,” tutur Samini, orangtua korban.
Usai ngobrol beberapa menit, RN berpamitan pulang. Tetapi sebelumnya, ia sempat menawari mau mengantarkan korban pulang ke rumahnya. Tawaran itu ditolak. Korban memilih pulang sendiri.
Tak lama setelah RN pergi inilah, diperkirakan ada pengendara motor yang melintas. Karena menganggap korban adalah pelaku begal, pengendara tersebut lalu menyerang dan menusuk korban dengan belati. Usai menusuk, pelaku langsung kabur.
Kondisi korban yang bersimbah darah, baru diketahui oleh RN yang kembali karena perasaannya tidak enak. Melihat korban berdarah sembari kesakitan, RN lalu menghubungi Dwi, saudaranya. Selanjutnya korban dilarikan ke RS Bokor Turen. Tetapi karena kondisinya memburuk, langsung dirujuk ke RSSA Malang, hingga akhirnya meninggal dunia.(agp/aim)