Bakar Suami di Depan Anaknya

Tersangka Wiwid Kurdiwijayanti menjalani rekonstruksi

KEPANJEN- Tersangka Wiwid Kurdiwijayanti, 40 tahun, warga Dusun Wonokasian, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen yang membakar suaminya menjalani rekonstruksi. Dalam rekonstruks itu terungkap, pelaku membakar suaminya lewat jendela yang disaksikan anak kandungya bernama Fani yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD).
Rekonstruksi yang mengambil tempat di rumah dinas anggota Polres Malang kemarin, menghasilkan 27 kejadian. Namun, pengacara tersangka Zaenuddin SH, membantah kliennya sengaja membakar suaminya.
“Klien kami membeli bensin itu lantaran disuruh suaminya Tauhid. Usai membeli bensin itu, mereka cekcok. Karena tersulut emosinya, klien kami menyiram dan membakarnya,” ujarnya kepada wartawan kemarin.
Dijelaskannya, cek-cok yang terjadi diantara keduanya lantara dipicu Tauhid ketahuan selingkuh. Korban juga kurang memberikan nafkah lahir dan batin kepada sang istri. “Tauhid sudah dua kali ketahuan oleh klien kami nikah sirih. Perempuan mana yang tahan perasaanya dimainkan seperti itu,” tegasnya. Kendati demikian, pihaknya menerima rekonstruksi ulang tersebut,
 “Proses reka ulang berjalan lancar. Kami menerima berita acara pemeriksaan (BAP) tersebut dan bersiap untuk proses persidangan,” imbuhnya,
Sedangkan Adegan terakhir setelah tersangka membakar korban, lalu menuju ke dalam kamar tersebut. Tujuannya, tersangka berpura-pura menolong korban, sebagai dalih mengelabuhi dirinya sebagai pelaku  
Sementara itu Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang Iptu Sutiyo SH Mhum mengatakan rekonstruksi itu untuk melengkapi berkas yang akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk disidangkan. “Ini merupakan proses yang wajib dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas. Berkasnya tinggal proses reka ulang nanti yang akan segera dilimpahkan ke kejaksaan dan kemudian disidangkan,” terangnya.
Tersangka sendiri dijerat dengan pasal 340 KUH tentang pembunuhan berencana. “Tersangka jelas telah melakukan pembunuhan berencana, Buktinya, korban telah merencanakan beli bensin tersbut menuangkan ke tubuh korban dan membakarnya,” pungkasnya. (big/aim)