Toko HP Dibobol, Rp 80 Juta Melayang

MALANG -  Pencurian dengan pembobolan kembali terjadi di Kota Malang, sasaran kali ini adalah grosir HP Cellular World (Visionmart) di Jalan BS Riadi atau hanya berjarak sekitar 100 meter dari Kantor Polresta Malang. Padahal, Jumat (8/8) lalu pelaku perampokan dan pencurian mini market belum berhasil diciduk oleh Kepolisian.

Para pelaku berhasil menggasak 10 unit gadget jenis Galaxy Tab S dan Galaxy Note, serta uang sebesar Rp 7 juta, dengan total kerugian sekitar Rp 80 juta. Kawanan pencuri ini masuk melalui atap toko dengan cara membobol plafon yang berada tepat di atas bagian kasir.
Pembobolan itu baru diketahui oleh karyawan toko Haris Setiawan  saat membuka toko sekitar pukul 10.30 WIB. Saat masuk toko, ia kemudian melihat bagian lemari HP sudah dalam keadaan rusak akibat congkelan benda tajam.
Kepala Toko Cellular World Andreas mengatakan belum diketahui pasti barang-barang lainnya yang berhasil dibawa kabur. Sebab saat ini pihaknya masih melakukan rekap dan mendata ulang barang-barang yang ada di dalam toko. “Sementara kerugiannya sebesar Rp 80 juta, jumlah tersebut bisa bertambah karena saat ini kami masih proses pendataan,” kata Andreas kepada Malang Post, Rabu (13/8/14) kemarin.
Menurut dia, kawanan pencuri masuk lewat atap dengan memanjat tiang listrik yang berada di depan samping toko. Dengan mencongkel seng dan menjebol plafon pelaku berhasil masuk.Aksi pencurian besar ini kemungkinan tidak terekam CCTV. Pasalnya, kabel CCTV sudah dalam keadaan terlepas atau terlebih dahulu dicabut oleh pelaku sebelum melancarkan aksinya.
Warga sekitar maupun Satpam yang berjaga di toko sebelah juga tidak mengetahui kejadian tersebut. Oleh karenanya, ke depan pihak toko berencana menyiapkan penjaga toko, agar kejadian ini tidak terulang lagi. ”Dari dulu belum pernah terjadi seperti ini, kami sudah laporkan kasus ini ke Polres,” ungkapnya dengan nada lesu.
Sekitar pukul 13.00 WIB petugas baru tiba dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil olah TKP, petugas menemukan sandal karet berwarna hitam di depan toko. Pantauan Malang Post, hingga sore kemarin kondisi atap atau bagian plafon yang dijebol belum juga diperbaiki. Meski demikian, toko tetap buka seperti biasa. Tak sedikit pengunjung yang datang kaget dan menanyakannya kepada karyawan toko.
“Sudah selesai olah TKP, makanya kami berani buka. Kalau belum olah TKP nanti petugas kesulitan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap pria asli Sumber Pucung ini.
Kasatreskrim Polresta Malang AKP Adam Purbantoro mengaku petugas sudah melakukan cek TKP, pihaknya akan memproses kasus tersebut lebih lanjut.(mik/han)