Imam Musala, Coba Cabuli Tetangganya

MALANG – Hanya karena terbawa nafsu, Joko Mulyono, 44 tahun, warga Dusun Dampyong, Desa Dawuhan, Poncokusumo nekat berbuat asusila. Ia hendak memperkosa KN, 29 tahun, ibu empat anak yang masih tetangganya sendiri. Beruntung, korban bisa berontak hingga perbuatan bejat itu, urung dilakukan.
Namun demikian, Joko yang diketahui sebagai Imam di musala tempat tinggalnya, harus berurusan dengan polisi. Ia diamankan petugas Polsek Poncokusumo, setelah lebih dulu diamankan warga. Selanjutnya karena perbuatannya asusila, kemari beserta berkas perkara Joko dilimpahkan ke UPPA Polres Malang.
“Tersangka Joko Mulyono ini kami jerat dengan pasal 289 jonto 281 KUHP, tentang perbuatan cabul serta melanggar norma-norma kesopanan dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun kurungan penjara,” ungkap Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo.
Perbuatan bejat yang dilakukan Joko ini terjadi 8 Agustus lalu sekitar pukul 23.00. Perbuatan itu dilakukan di dalam rumah korban yang berjarak beberapa meter dari rumah korban. Malam itu tersangka datang ke rumah KN. Kedatangannya, berpura-pura bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh korban. KN diketahui kesulitan ekonomi, semenjak ditinggal pergi suaminya sekitar dua bulan lalu.
Setelah pintu dibuka dan ngobrol, tersangka meminta KN merendam celana dalam. Air rendaman celana itu, harus dibuat mandi. Selain itu, KN juga diminta melakukan hubungan intim dengannya. Alasannya, air mani yang keluar dari hubungan intim, dijadikan satu untuk kemudian dikeringkan. Setelah kering dibakar kemudian dimasukkan dalam air dan diminum.
Korban yang awalnya tidak curiga mengangguk saja. Namun tak lama kemudian, tanpa disadari tersangka tiba-tiba mematikan lampu rumah. Ia kemudian mendekap tubuh KN dari belakang. Kedua tangannya meremas dan memegang bagian terlarang korban.
Sadar kalau tersangka telah berbuat bejat, KN lalu berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar oleh warga sekitar yang kemudian berdatangan. Mereka langsung menangkap tersangka yang selanjutnya dibawa ke Balai Desa, sebelum diserahkan ke polisi.
“Saya melakukannya karena nafsu dan khilaf. Namun saya belum sampai melakukan hubungan intim, warga sudah datang menangkap,” tutur tersangka Joko Mulyono.(agp/aim)