Ikat Satpam, SMP Negeri 2 Wagir Dirampok

MALANG –Lembaga pendidikan lagi-lagi menjadi sasaran perampokan. Dini hari kemarin, SMP Negeri 2 Wagir di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir di obok-obok kawanan perampok. Barang berharga senilai sekitar Rp 25 juta raib dibawa kabur pelaku.
Pelaku yang diketahui berjumlah tiga orang bercadar dengan membawa senjata pentungan, juga melukai seorang satpam yang tengah bertugas, yakni Nur Wahyudi, warga sekitar. Pria berusia 30 tahun tersebut, dipukuli hingga mengakibatkan luka robek di kepalanya.
Untuk mengungkap pelakunya, kemarin Nur Wahyudi langsung dimintai keterangan penyidik Reskrim Polsek Wagir, dengan didampingi kakaknya Saiful Aminoto, 38 tahun. Polisi juga telah memintakan visum atas luka yang dialaminya di Puskesmas Wagir.
“Kasusnya kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Harapan kami pelakunya bisa segera tertangkap. Karena ada data penting di dalam laptop yang ikut dibawa kabur pelaku,” ungkap Kepala SMP Negeri 2 Wagir, Drs Muhtadi kepada Malang Post, kemarin.
Peristiwa perampokan terjadi sekitar pukul 02.30. Sebelum kejadian perampokan, sekolah dijaga Saiful Aminoto (penjaga malam) mulai pukul 18.00. Namun karena istrinya sedang sakit, sekitar pukul 00.00 Saiful pulang. Tugas jaga malam digantikan oleh Nur Wahyudi, adiknya yang menjadi satpam di sekolah.
“Mereka berdua itu kakak beradik. Untuk jaga malam, mereka yang mengatur sendiri. Kebetulan saja, istri Saiful malam itu sedang sakit sehingga harus pulang,” ujar Muhtadi.
Selama berjaga Nur Wahyudi tidak tidur. Ia malam itu hanya rebahan di musala yang berada di belakang pos jaga. Tiba-tiba datang tiga orang perampok dengan bersenjata pentungan. Pelaku masuk lewat samping sekolah yang belum diberi pagar pembatas.
Mereka menyerang Wahyudi. Meski sempat melawan, tetapi ia tidak berdaya menghadapi tiga perampok yang berbadan besar. Ia dipukuli yang kemudian diseret ke depan ruang TU. Di depan ruang TU tersebut, dia diikat dengan kain sarung miliknya yang disobek pelaku.
Pelaku lalu membuka ruang TU dengan merusak pintu. Di ruangan ini pelaku mengacak-acak semua lemari. Mereka menemukan laptop Acer yang berisi data sertifikasi, serta hardisk eksternal dan kamera digital merek sony.
Pelaku juga mengacak-acak ruang Kasek, tetapi tidak menemukan barang. Kemudian pelaku beralih mengacak-acak ruang Perpustakaan. Di ruangan ini pelaku membawa laptop merek Toshiba yang berisi data keuangan sekolah, DVD eksternal, handycam serta kamera digital merek canon.
Selanjutnya pelaku ke ruang TIK (computer) namun tidak mendapatkan hasil. Termasuk ruang guru juga tidak menemukan apa-apa. Lalu di ruang Koperasi Siswa pelaku hanya menemukan minuman serta uang receh yang merupakan uang amal milik siswa setiap hari Jumat.
“Sebetulnya pelaku juga mau membawa empat buah CPU yang sudah disiapkan di depan ruangan. Tetapi tidak jadi dibawa kabur oleh mereka,” kata Muhtadi.
Disaat pelaku mengacak-acak ruang Kopsis, Nur Wahyudi yang ditinggal sendirian berusaha melepaskan diri. Dia kemudian berlari pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter. Ia memanggil kakaknya Saiful serta orangtuanya. Namun ketika kembali, pelaku sudah tidak ada.
“Kalau wajahnya saya tidak hafal. Selain gelap, mereka juga memakai cadar. Namun seingat saya, mereka berpawakan besar dan tinggi badan sekitar 168 sentimeter. Saya sempat melawan tetapi malah dipukuli,” tutur Nur Wahyudi, saat di Mapolsek Wagir.
Kapolsek Wagir, AKP Nuryono, mengatakan kalau pihaknya mendapat laporan perampokan terlambat. Dia baru mendapat laporan sekitar pukul 07.30 setelah apel pagi. Begitu mendapat laporan, bersama anggota Reskrim dan Identifikasi Polres Malang, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara.
Sementara itu, salah satu sumber Malang Post di kepolisian mengatakan bahwa pelaku perampokan berdomisili tak jauh dari SMP Negeri 2 Wagir. Indikasi itu, karena melihat pelaku sudah mengenal lokasi serta mengerti keberadaan ruang-ruang penting yang ada di sekolah tersebut.
“Kalau melihat aksinya, pelaku tidak jauh dari sini (SMP Negeri 2 Wagir). Mereka sangat mengenal sekali daerah sekitar lokasi kejadian. Apalagi pelaku datang tidak membawa kendaraan. Mereka jalan kaki melewati kebun tebu di samping dan belakang sekolah,” jelasnya.(agp/aim)

Lembaga Pendidikan yang Pernah Menjadi Sasaran Kejahatan :

2014
·    14 Agustus 2014, SMP Negeri 2 Wagir
·    9 April 2014, SMP Negeri 3 Sumberbening Kecamatan Bantur.
·    29 Januari 2014, SD Negeri 3 Harjokuncaran, Sumbermanjing Wetan.
2013
·    7 Desember 2013 SMK 2 Turen (SMK Kelautan) Kecamatan Turen.
·    3 Oktober 2013, SMK Negeri 1 Kepanjen.
·    8 Oktober 13, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gondanglegi.
·    2 Juli 2013, SMA Negeri 1 Gondanglegi.
·    22 Juli 2013, SMA Negeri 1 Lawang.
·    17 Mei 2013, SMA Negeri 1 Singosari.
·    17 Mei 2013, SMK Negeri 2 Singosari.
·    13 Maret 2013, SMP Negeri 2 Gondanglegi.
·    2 Maret 2013, SMP Islam As-Shidiq Bululawang.
·    2 Januari 2013, SD Negeri 1 Sukoanyar, Wajak.