Polisi Kantongi Identitas Perampok SMPN 2 Wagir

MALANG – Kasus perampokan di SMP Negeri 2 Wagir, Kamis dini hari lalu masih didalami pihak kepolisian. Kendati belum terungkap, polisi mulai mendapat gambaran siapa pelakunya. Indikasinya, pelaku berdomisili tak jauh dari lokasi perampokan.
“Untuk pelakunya masih kami selidiki. Yang jelas sudah ada beberapa orang yang kami curigai sebagai pelakunya. Namun untuk membuktikannya, kami masih memerlukan bukti lagi,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Apakah ada indikasi pelakunya orang dalam atau, jaringan kelompok perampok yang selama 2013-2014 beraksi?,  mantan Kasatreskrim Polres Tuan Tuban ini, mengakui kalau hal itu masih didalami. Karena tidak menutup kemungkinan, tiga perampok di SMP Negeri Wagir adalah pelaku lama.
“Oleh karena itu kami akan melakukan pendataan pelaku lama yang dipenjara, apakah sudah bebas atau belum. Namun bisa jadi, mereka itu adalah pelaku baru,” ujar Wahyu.
Hal senada juga disampaikan Kapolsek Wagir AKP Nuryono. Ia mengatakan sudah ada beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku. “Kami mendapat ciri-ciri pelaku perampokan dari keterangan beberapa saksi. Termasuk ketengan saksi Nur Wahyudi,” tuturnya.
Sekadar diketahui, lembaga pendidikan kembali menjadi sasaran perampok. Kamis dinihari lalu, SMP Negeri 2 Wagir di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir ini yang menjadi targetnya. Barang berharga senilai sekitar Rp 25 juta raib dibawa kabur pelaku.
Selain itu, pelaku yang diketahui berjumlah tiga orang bercadar dengan membawa senjata pentungan, juga melukai seorang satpam yang sedang tugas jaga malam. Yakni Nur Wahyudi, warga sekitar. Pria berusia 30 tahun tersebut, dipukuli hingga mengakibatkan luka robek di kepalanya. (agp/aim)