Dua Bulan, Enam Kali Beraksi di Kota Malang

MALANG – Dua pemuda asal Pasuruan ditangkap polisi karena melakukan perampasan handphone di Kota Malang. Mereka adalah SAW dan AP. Menurut informasi dari Humas Polres Malang Kota, SAW dan AP beraksi bersama dua teman lainnya, AG dan AY. Keempatnya berasal dari daerah yang sama, Desa Martapura, Purwosari, Pasuruan.
AKP Nunung Anggraeni, Kasubbag Humas Polres Malang Kota mengatakan, pelaku melancarkan aksinya pada malam hari. Dalam kasus terakhir, yakni di Rampal, pelaku beraksi saat korban sedang sendirian. Diduga, aksi sebelumnya juga dilakukan saat korban sendiri.
“Ada laporan dari masyarakat tentang kejadian ini. Polisi melakukan penyelidikan dari nomor polisi (Nopol) sepeda motor yang digunakan pelaku,” ujarnya kepada Malang Post kemarin. Ditambahkan, setelah melakukan koordinasi dengan Satlantas, polisi berhasil menemukan identitas pelaku.
SAW ditangkap saat sedang bekerja di salah satu Alfamart Pasuruan pada Rabu (13/8) lalu. Lalu AP diringkus di kediamannya di hari yang sama. AG, berhasil ditangkap lebih dulu oleh Polsek Lowokwaru. “Sedangkan AY masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dia kabur dengan membawa sepeda motor hasil rampasannya,” ujar Nunung.
Lebih lanjut,ia menguraikan seorang anggota komplotan, AY, mendatangi korban. Kemudian, korban dituduh telah memukuli adiknya. Hal ini jelas membuat korban geram dan membantah kalau dirinya telah melakukan pemukulan. AY pun secara paksa menantang korban untuk membuktikan kesaksiannya.
Karena merasa tidak bersalah, korban pun berani memenuhi tantangan AY. Akhirnya, korban pergi mengikuti AY. Padahal, AY ingin membawa korban ke tempat sepi. Di tempat sepi itu, SAW, AP dan AG menunggu.Setelah korban tiba, SAW, AP dan AG menghampiri korban. Kemudian, korban diancam dengan kekerasan bila tidak menyerahkan hanphone miliknya. Otomatis, handphone pun diberikan.
Rupanya, dari keterangan yang digali kepolisian, mereka berempat telah enam kali melakukan aksi tersebut dalam dua bulan terakhir, Juni dan Juli 2014. Pada bulan Juni lalu, mereka beraksi di Jalan Ijen, Balaikota dan di bawah fly over Jl Ahmad Yani. Di bulan Juli, aksinya dilakukan di selatan alun-alun merdeka Malang, Jl Simpang Balapan dan di kawasan Rampal.
Dari enam tindakan kriminalnya itu, pelaku berhasil membawa 6 buah handphone merk Blackberry, 5 buah handphone merk Cross, 1 buah handphone buatan China dan satu unit sepeda motor Suzuki Statria FU.Saat ini, polisi baru menahan barang bukti berupa satu buah HP Samsung, tiga unit sepeda motor yang diduga, digunakan pelaku saat beraksi.Satu merk Yamaha Mio Soul Nopol N 4055 OA, Yamaha Mio J Nopol N 4230 TE dan Satria FU Nopol N 2243 TAG.“Karena perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 dengan ancaman sembilan tahun penjara,” lanjut wanita berambut sebahu itu. (erz/nug)