Rumah Terbakar, Kerugian Rp 150 Juta

MALANG – Ketenangan warga Desa Pojok, Kecamatan Dampit, Jumat (15/8) malam lalu berubah mencekam. Peristiwa itu dipicu setelah warga melihat api membakar rumah Slamet, 50 tahun, warga sekitar. Api yang diduga dari konsleting listrik tersebut, dengan cepat menghanguskan rumah mewah berlantai dua.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu, namun kerugian yang dialami Slamet, akibat kejadian itu lumayan cukup besar, yakni sekitar Rp 150 juta. Pasalnya, selain bangunan rumah yang ludes, barang-barang berharga milik petani ini juga ikut terbakar.
“Dari analisa korban sesuai yang disampaikan kepada kami, kerugiannya sekitar Rp 150 juta. Karena semua barang yang ada di dalam rumah ludes terbakar,” ungkap Kanitreskrim Polsek Dampit, Ipda Soleh Mas’udi.
Diperoleh keterangan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 19.30. Saat kejadian rumah dalam kondisi kosong. Korban bersama keluarganya sedang keluar silaturrahmi ke rumah tetangganya, sejak pukul 18.30.
Ketika rumah tidak ada yang menjaga inilah, diperkirakan api muncul akibat konsleting listrik di ruang tengah. Selanjutnya dengan cepat api merambat dan membakar seluruh ruangan. Tetangga depan rumah korban yang mengetahui adanya kobaran api, lalu berteriak kebakaran.
Warga pun langsung berdatangan. Mereka lalu berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Sementara warga lainnya melaporkan kejadian kebaran itu ke petugas Polsek Dampit serta PMK Kabupaten Malang.
Karena jarak yang jauh serta minimnya air, api sulit dipadamkan. Dua mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi tidak bisa mengatasi. Api malah semakin membesar dan merambat ke bangunan lantai dua. Kobaran api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Namun seluruh bangunan rumah sudah ludes terbakar.
“Dari hasil olah TKP yang kami lakukan dugaan kebakaran itu karena konsleting listrik. Namun kami tetap masih melakukan penyelidikan adanya kemungkinan penyebab lain,” ujarnya.(agp/jon)