Tuntut Keadilan, Rekontruksi Laka

MALANG – Unit Laka Lantas Polres Malang, terpaksa melakukan rekontruksi kasus kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Penarukan Kepanjen, kemarin siang. Masalahnya, dua pengendara motor yang terlibat sama-sama tidak mau disalahkan. Sementara, keluarga Suwarni, 67 tahun, pejalan kaki yang menjadi korban kecelakaan menuntut adanya keadilan.
“Kami baru kali ini melakukan rekontruksi kecelakaan. Tujuan rekontruksi ini untuk mencari kebenaran meteriil. Pihak keluarga korban kecelakaan, menuntut adanya keadilan serta ganti rugi. Namun dua pengendara motor mempertahankan diri bukan penyebab dari kecelakaan,” ungkap Kanit Laka Lantas Polres Malang, Iptu M Lutfi, yang memimpin jalannya rekontruksi.
Peristiwa kecelakaan sebenarnya sudah terjadi sudah sekitar empat bulan lalu. Tepatnya 29 April 2014 sekitar pukul 07.15. Kecelakaan tersebut melibatkan seorang pejalan kaki dan dua sepeda motor. Yaitu, Suwarni, warga Jalan Penarukan, RT02 RW04, Kepanjen yang merupakan pejalan kaki.
Dua motor yang terlibat yakni Honda Supra N 2771 DE yang dikendarai Anas Malik, 43 tahun, warga Desa Dilem, RT05 RW02, Kepanjen serta Honda Tiger N 6324 JO yang dikendarai Bakhtiar Fakhrudin, 32 tahun, warga Jalan Semeru, RT03 RW04, Desa Dilem, Kepanjen.
Akibat kecelakaan tersebut, Suwarni harus dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Ia mengalami luka cukup serius di kepalanya. Bahkan, Suwarni harus menjalani operasi pengangkatan tempurung kepala. Biaya selama perawatan, sudah menghabiskan sekitar Rp 36 juta lebih.
“Karena biaya yang dihabiskan banyak dan dua pengendara tidak mau membantu inilah, keluarga korban akhirnya menuntut keadilan,” ujar mantan Kanitreskrim Polsek Gondanglegi.
Dalam rekontruksi itu, kedua pengendara motor dihadirkan. Termasuk dua orang saksi mata yaitu Ahmad Darony, 59 tahun, serta Soleh, 65 tahun, warga Jalan Penarukan Kepanjen. Hanya untuk peran Suwarni, korban kecelakaan digantikan oleh orang lain. Meski kondisinya sudah mulai membaik, namun Suwarni masih butuh perawatan.
Berdasarkan rekontruksi dan keterangan saksi mata, kecelakaan berawal dari sepeda motor Honda Supra yang dikendarai Anas Malik, melaju dengan kecepatan sedang dari arah barat ke timur. Saat melintas di TKP, Anas mengerem untuk memperlambat laju motor, karena melihat korban Suwarni menyeberang jalan dari utara ke selatan.
Saat mengurangi kecepatan ini, dari belakang Honda Tiger yang dikemudikan Bakhtiar, tiba-tiba menabrak motor Honda Supra dari arah belakang. Karena saking kerasnya tabrakan, membuat motor Supra terpental ke depan dan menabrak tubuh Suwarni yang sedang berjalan.
Akibatnya tubuh Suwarni pun terpental dan jatuh ke median jalan. Termasuk dua sepeda motor juga ikut terjatuh. “Dari rekontruksi ini, nantinya akan kami buatkan berita acara. Kami juga akan meminta keterangan saksi tambahan. Selanjutnya setelah itu berkas akan kami serahkan ke Kejaksaan Kepanjen untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri Kepanjen,” paparnya.(agp/jon)