Pulang, Buron Maling Tiang Listrik Ditangkap

MALANG – Setelah dua tahun lebih menjadi buronan, Muhammad Ali Masdar, 25 tahun, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polsek Pagak, kemarin. Warga Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Pagak ini ditangkap terkait aksi pencurian dua buah besi tiang listrik di Jalan Makam, Dusun Krajan, Desa Gampingan, Pagak pada 3 Juni 2011 lalu.
Tersangka ditangkap di rumahnya setelah petugas mendapat informasi kepulangannya. Dengan tertangkapnya Ali Masdar ini, berarti dari tiga pelaku pencurian semuanya sudah ditangkap. Bahkan, dua pelaku lainnya sudah menjalani masa hukuman. Yaitu Muhammad Faris Budianto, warga Dusun Mangir, Desa Mangunrejo, Kepanjen serta Harmono, warga Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Pagak.
“Untuk barang bukti yang kami amankan adalah dua buah besi tiang listrik serta gergaji besi. Barang bukti tersebut, kami temukan di pinggir jurang sesaat setelah kejadian dulu,” ungkap Kapolsek Pagak, AKP Winarto.
Menurutnya, aksi pencurian yang dilakukan Ali Masdar bersama dua temannya Faris Budianto serta Harmono, terjadi sekitar pukul 21.30. Saat kejadian kondisi sekitar lokasi sedang sepi. Ketiganya datang ke lokasi dengan jalan kaki dan bermoda gergaji besi.
Selanjutnya setelah melihat sekitar tidak ada yang mengawasi, mereka melakukan aksinya. Secara bergantian mereka menggergaji besi tiang listri yang tidak berfungsi. Setelah terpotong besi tersebut kemudian dibawa jurang tak jauh dari lokasi. Tujuannya untuk memotong besi sepanjang 4 meter itu menjadi beberapa bagian.
Namun apes bagi mereka, belum sempat memotong, aksinya dipergoki oleh warga yang malam itu sedang mencari burung. Ketiganya langsung lari ketakutan. Namun saksi yang mengetahui, hafal dan kenal betul dengan mereka. Selanjutnya saksi melaporkan kejadian itu ke perangkat desa dan diteruskan melapor ke Polsek Pagak.
Berdasarkan laporan dan keterangan saksi, polisi lalu mencari keberadaan ketiganya dan berhasil menangkap Faris Budianto serta Harmono. Sedangkan tersangka Ali Masdar, saat itu berhasil kabur. “Pengakuannya besi itu mau dijual dan uangnya untuk pesta makan-makan,” tutur Winarto.(agp/aim)