Tuang Bensin Eceran, Rumah Terbakar

TUMPANG-Apes dialami keluarga Sudirman, 40 tahun yang juga ketua RT 14 RW04 Dusun Baran, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Senin pagi kemarin. Rumah yang dipakaianya sebagai jualan pracangan dan bensin eceran, ludes akibat dilahap si jago merah karena bensin yang dijualnya.
Akibat kejadian itu, bapak dua anak itu pun mengalami kerugian hingga Rp 40 juta. Sementara keluarga korban, pun tak luput dari jilatan api yang dipicu dari lilin.
“Kalau saya, kebetulan tidak apa-apa. Justru yang sempat kena api, itu istri saya, Hanifah, 39 tahun dan anak ragil saya, Safiudin, 4 tahun. Lukanya tidak serius,” kata Sudirman di rumah ibunya.
Diperoleh keterangan, peristiwa bermula ketika pagi sekitar pukul 05.15, di rumah korban mengalami konsleting. Karena aliran listrik padam, Hanifah pun kemudian menyalakan lilin sebagai penerangan. Lilin itu pun dibawa masuk ke kamar tidur Hanifah. Sambil membawa jirigen bensin isi 30 liter dan botol ukuran satu literan, ibu dua anak itu pun mulai memindahkan bensin ke jirigen.
Belum lama bensin dipindahkan ke botol, tanpa sebab yang jelas, api langsung menyambar bensin yang dituang. Kontan saja, Hanifah langsung kaget melihat api yang tiba-tiba membesar. Tidak berhenti sampai di situ, wanita berambut panjang ini lantas meraih anak ragilnya guna dibawa menjauh dari rumah dan meminta tolong.
“Saya tidak terpikir kalau nyala lilin bisa disambar oleh bensin. Makanya, begitu kejadian itu berlangsung, saya spontan membawa Safiudin menjauh dari rumah,” ujar Hanifah seraya mengatakan kalau suaminya saat itu tengah keluar rumah.
Karena bensin yang disambar oleh nyala lilin sangat banyak, api pun dengan cepat membesar. Tidak hanya meludeskan kamar tengah, namun ruang belakang dan depan yang biasa digunakan jualan, pun ikut terbakar. Sementara warga yang mencoba membantu memadamkan api, baru berhasil saat atap rumah sudah ludes ikut terbakar.
“Api baru bisa dipadamkan setelah ruang rumah habis terbakar,” tambahnya. (sit/aim)