Lukai Polisi, Dua Perampok Ditembak

MALANG - Kado manis diberikan Tim Buser Polres Malang di HUT ke-69 Kemerdekaan RI, Minggu (17/8) lalu. Tiga pelaku kejahatan yang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berhasil dibekuk. Bahkan dua diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kanan, karena berusaha melawan saat ditangkap.
Ketiganya Ganta Setiono, 28 tahun, warga Dusun Wonokasian, Desa Pagedangan, Turen serta Saiful Bahri, 32 tahun, warga Dusun Karangasem, Desa Gondanglegi Wetan, Gondanglegi. Keduanya ini yang ditembak di betis kakinya. Dan Fatkul Ulum, 23 tahun, warga Desa Sumberjaya, Gondanglegi.
“Dua tersangka terpaksa kami tembak, karena mereka melawan saat ditangkap. Bahkan, mereka sempat melukai dua anggota dengan melempar kaca serta mendorong hingga jatuh,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Menurut Wahyu, Ganta adalah DPO kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Makelar sepeda motor ini mengaku sudah 10 kali beraksi selama 2014. Bahkan bapak satu anak tersebut, sebelumnya juga pernah mendekam di LP Lowokwaru pada 2011 dengan kasus yang sama.
Sepuluh TKP pencurian pecah kaca mobil yaitu dua kali di Kecamatan Pakisaji, tiga kali di Sumberpucung, sekali di Bululawang, sekali Jalan Raya Krebet Bululawang, sekali di Wagir, sekali di Dau serta sekali di Karangkates. Dari semua aksinya itu, barang yang didapat berupa laptop, kamera poket serta tas.
Sedangkan Saiful Bahri, juga terlibat kasus yang sama dengan Ganta. Ia mengakui melakukan 10 kasus pencurian modus pecah kaca mobil. Namun selama ini, namanya masuk dalam DPO kasus perampokan sepeda motor yang terjadi Jalan Raya Gondanglegi, pada 5 Januari 2014. Korbannya Bagus Adiaji, 16 tahun, warga Desa Banjarejo, Pagelaran.
Saiful melakukan perampokan bersama empat orang temannya, salah satunya adalah Fatkul Ulum. Dari lima pelakunya, sudah tiga pelaku yang ditangkap. Selain Saiful dan Fatkul, yang lebih dulu diamankan dan sudah menjalani hukuman adalah Angga. Tinggal menyisakan dua pelaku DPO, yaitu berinisial NJ serta RZ.
“Dari ketiga pelaku ini, yang pertama kali kami tangkap adalah Saiful Bahri di rumahnya. Kemudian mengembang ke tersangka Fatkul Ulum. Dan dalam pemeriksaan Saiful mengaku terlibat 10 pencurian dengan Ganta, akhirnya kami kembangkan lagi dan berhasil menangkap Ganta juga di rumahnya,” terang Wahyu.
“Saiful ini adalah residivis. Ia sudah empat kali keluar masuk penjara. Pertama 2001 kasus curanmor, kemudian 2005 kasus narkoba, 2011 kasus jambret dan sekarang kasus perampokan serta pencurian modus pecah kaca mobil,” sambung mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.

Pasal Berlapis, Jadi TO Narkoba
Dua dari tiga tersangka yang ditangkap, yaitu Ganta Setiono serta Saiful Bahri, ternyata tidak hanya menjadi DPO Reskrim Polres Malang. Tetapi keduanya juga menjadi target operasi (TO) Satuan Reskoba Polres Malang. Bahkan, saat ditangkap Minggu (17/8) dini hari, Saiful diketahui masih dalam pengaruh sabu-sabu (SS). Sedangkan Ganta, ditemukan barang bukti sepoket SS di saku celananya.
“Untuk kasus narkobanya sudah kami koodinasikan dengan Satuan Reskoba. Dua orang tersangka ini memang diakui masuk dalam TO mereka. Sehingga untuk pengembangan kasus narkoba, langsung ditangani Reskoba,” ujar Wahyu Hidayat.
Ditambahkannya, untuk ketiga tersangka itu dijerat dengan pasal berbeda. Tersangka Ganta, selain dijerat kasus narkoba, juga dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian pemberatan, dengan ancaman 7 tahun. Sedangkan Saiful, selain dijerat kasus narkoba dan tindak pidana pencurian, dia juga dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancamannya adalah 9 tahun penjara.
Sementara dalam pemeriksaan, Ganta mengaku sudah lama mengkonsumsi SS. Sepoket SS yang ikut diamankan sebagai barang bukti, diakui beli dari temannya seharga Rp 200 ribu. “Saya membelinya sudah lama dan saya pakai sendiri,” kata Ganta, sembari mengaku kenal Saiful dari temannya.
Sedangkan tersangka Fatkul mengatakan, dari 10 aksi pencurian modus pecah mobil yang dilakukan bersama Ganta, semuanya dilakukan pada siang hari. Mereka keluar rumah mulai pukul 09.00, yang kemudian keliling mencari sasaran mobil dengan berboncengan sepeda motor Suzuki Satria FU. Setelah mendapatkan sasaran, mereka langsung beraksi. “Alat yang kami gunakan memecah kaca hanya obeng,” katanya.(agp/ary)