Polisi Tabrakkan Motor ke Mobil, Pelaku Menyerah

MALANG- Anggota unit reskrim Polsekta Kedungkandang berhasil menangkap dua pelaku pencurian mobil yang diduga kuat sering beroperasi di Kota Malang, Selasa (19/8) malam. Keduanya yakni Agus Hariadi, 34 tahun, warga Janti Sukun dan Yudi Ari Winarto, 33 tahun, warga Pondok Mutiara Asri, Desa Pandanlandung, Wagir. Kapolsekta Kedungkandang, Kompol I Putu Mataram menjelaskan, anak buahnya berhasil menangkap kedua tersangka ketika hendak kabur membawa mobil curiannya, Mazda Vantrend, 1997, N 1504 AM di sekitar Perumahan Griya Tirta Aji, Jalan Pelabuhan, Bakalan Krajan, Malang.
“Anggota kami sempat memberikan tembakan peringatan kepada kedua tersangka karena berusaha kabur saat mobil curian itu kami hadang dengan empat motor,” terang mantan Kapolsek Trowulan, Mojokerto tersebut.  Dia mengungkapkan, pemilik mobil yakni Saiful Islam, 60 tahun, warga Jalan Raya Sawojajar Malang melaporkan hilangnya mobil senilai Rp 29 juta itu saat diparkir di depan warung miliknya, Warung Anugerah, Jalan Raya Sawojajar Malang.
“Korban melapor Selasa (19/8) pagi ke Polsek. Namun siang hari, Ivan, anaknya yang memiliki bisnis kaos melihat mobil orang tuanya yang hilang, terparkir di jalan sekitar Perumahan Griya Tirta Aji, Sukun,” ungkap mantan Kapolsek Sukapura, Probolinggo itu.
Saat itu juga, Ivan melaporkan penemuan mobil itu ke anggota Polsekta Kedungkandang. “Anggota pun melakukan penyanggongan dan mendapat informasi bila mobil itu dititipkan oleh para pelaku di tempat tersebut dan akan diambil malam hari sekitar pukul 20.00,” urai Putu, panggilannya.
Ternyata, lanjutnya, kedua tersangka sudah berusaha membawa kabur mobil itu pukul 19.00. “Saat itu juga, anggota kami yang menggunakan empat motor langsung menghentikan mobil curian itu dengan menghadangnya. Mobil tersebut tetap melaju sehingga anggota nekat menabrakkan motornya ke mobil tersebut,” terang perwira yang pernah berdinas di SPN Mojokerto ini.
Melihat hal ini, Yudi, seorang pelaku kabur ke arah persawahan. Sedangkan Agus memilih tetap bersembunyi di dalam mobil. Masih menurut Putu, saat menangkap Agus, polisi terpaksa memberikan tembakan peringatan berulang kali dan memecahkan kaca depan mobil dengan batu. “Tindakan ini sengaja dilakukan karena kondisi kaca film mobil yang gelap termasuk kami waspada bila pelaku membawa senjata api,” ungkapnya.
Agus yang pernah menjalani hukuman di LP Lowokwaru karena kasus pencurian tiga tahun lalu itu, akhirnya keder dan memilih keluar dari mobil sambil mengangkat tangannya. Sementara, Yudi yang sempat kabur ke sawah, ikut menyerah saat moncong pistol polisi diarahkan ke tubuhnya.   
“Dari hasil pemeriksaan sementara, keduanya juga mengaku seminggu lalu melakukan pencurian mobil Suzuki Katana di daerah Dau. Sekarang ini, kedua tersangka masih diperiksa intensif  anggota reskrim Polsek Dau. Namun demikian, kami juga masih mengembangkan penyidikan secara intensif kepada kedua tersangka ini,” pungkas perwira polisi yang suka tertawa ini. (mar)