Dua PSK Suko Nyabu

MALANG – Rencana Pemerintah Kabupaten Malang menutup lokalisasi pada November nanti, membuat sejumlah pekerja di tempat prostitusi mulai resah. Tak terkecuali pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi Suko, Kecamatan Sumberpucung. Keresahan yang mereka alami inilah, yang akhirnya membuat sebagian PSK nekat terjun ke dunia gelap narkotika.
Sebagai bukti, akhir pekan lalu dua PSK di Lokalisasi Suko, digelandang petugas Reskoba Polres Malang. Yakni MJ, 35 tahun, warga Jalan Masjid, Desa Jeru Kecamatan Tumpang serta SL, 28 tahun, warga Jalan Urip Sumoharjo, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember.
Keduanya diamankan petugas di Wisma Rejeki II area Lokalisasi Suko, karena terbukti kedapatan menyimpan serta memiliki sepoket sabu-sabu. Barang bukti sepoket SS yang dibungkus plastik transparan, ditemukan di dalam saku celana tersangka MJ.
Kasatreskoba Polres Malang AKP Samsul Hidayat menerangkan, penangkapan kedua tersangka sabu-sabu tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa di dalam Wisma Rejeki II Lokalisasi Suko, sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Berdasarkan informasi itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan.
“Setelah beberapa hari kami lakukan pemantauan, ternyata MJ serta SL ini yang kerap transaksi sabu. Akhirnya begitu keduanya baru saja mendapatkan sabu, kami langsung menangkapnya,” terang Samsul.
Saat akan ditangkap, MJ serta SL ini sempat berusaha mau kabur. Tetapi petugas Reskoba yang melakukan penangkapan sudah mengantisipasinya. Termasuk ketika usaha kedua tersangka mau membuang barang bukti juga sudah diantisipasi petugas. Setelah tak berkutik, keduanya akhirnya pasrah ketika digelandang ke Mapolres Malang.
“Mereka ini kami jerat dengan pasal 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara,” jelas mantan Kanitreskrim Polsek Singosari ini.
Sementara itu, dalam pemeriksaan kedua tersangka MJ serta SL mengaku kalau mereka dijebak oleh tamunya. MJ dimintai tolong oleh tamu prianya yang mengaku kenalan VN. VN ini adalah teman sesama profesi kedua tersangaka di Wisma Rejeki II.
Karena terus diotot, MJ akhirnya menerima uang Rp 500 ribu dari tamunya itu. Selanjutnya MJ meminta tolong SL membelikan SS seharga Rp 400 ribu. SL oleh MJ diberi uang Rp 450 ribu. Setelah dibelikan dan barang haram didapat, keduanya langsung ditangkap oleh polisi.
“Kami ini dijebak, karena sebelumnya tidak pernah membeli SS. Sabu sendiri kami beli dari Markup. Setelah kami mendapat barang, langsung ditangkap. Dulu kami memang pernah memakai SS tetapi hanya coba-coba diberi oleh tamu,” tutur tersangka MJ dan SL.(agp/aim)