Sebelum Dicekik, Vika Diperkosa Dulu

SINGOSARI- Tersangka JW mengaku nekat membunuh Vika, karena cemburu korban mempunyai pacar lain. Selain itu, Vika yang bersekolah di salah satu MTs di Singosari ini, suka bertindak seenaknya sendiri. Sehingga memicu niatan jahatnya untuk membunuh korban dengan sadis.
“Kami pacaran sudah lama, tapi tidak disetujui orang tua Vika. Masalah ini belum selesai, dia  malah punya pacar lain,” terang JW, tanpa penyesalan sedikitpun.
JW mengakui membunuh anak pasangan Hari, 45 tahun dan Ngatimah, 41 tahun, di tempat korban pertama kali pertama kali oleh pamannya kemarin pagi.
Dia mengaku sudah menjalin hubungan alias pacaran dengan korban sejak dua tahun lalu. Selama itu mereka melakukan pacaran secara sembunyi-sembunyi, lantaran tidak disetujui orang tua Vika.
“Padahal saya cinta mati terhadap dia (Vika). Tapi, apa balasannya? Sudah tidak disetujui eh malah dia punya pacar lain. Saya melihat sendiri dia punya pacar lain,” tegasnya.
Saat itu, tersangka mengaku janjian dengan korban untuk bertemu di lahan tebu di desa tersebut, tempat biasa mereka berdua memadu kasih alias pacaran. Saat ketemu itulah, JW sempat memperkosa Vika sebelum menghabisi nyawanya.
“Saya kirim sms untuk ketemuan di tempat biasanya. Dia datang sendirian. Setelah berdua-duaan, saya cekik lehernya malam itu juga,” terangnya.
Kapolsek Singosari Kompol Deky Herrnansyah mengatakan, tersangka merupakan tipikal pembunuh kejam dan berdarah dingin. Sebelum menghabisi nyawa korban, juga melakukan perkosaan yang sangat keji. “Meski tersangka mengaku baru pertama kali melakukan pembunuhan dan tidak pernah dipenjara, tapi perbuatannya itu layaknya seorang profesional. Untuk itu, tersangka kami jerat pasal berlapis,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Malang ini.
Selain itu, kata dia, tutur kata dan mental tersangka saat diperiksa, tidak menunjukan keraguan maupun ketakutan. Sehingga menurutnya perilaku tersangka semacam ini sangat berbahaya. Sedangkan kepolisian saat ini juga mencari barang bukti lain yang dilenyapkan oleh tersangka usai melakukan aksi kejinya tersebut.
“Barang bukti yang hilang, berupa celana dalam dan rok korban yang kemungkinan terdapat bekas sperma tersangka. Bukti itu untuk menjarat tersangka dengan pasal lainnya yakni 81-82 KUHP tentang pemerkosaan terhadap anak di bawah umur,” tegasnya. Selain itu, hasil otopsi RSSA Malang juga dinanti untuk memperberat hukuman tersangka. (big/aim)