Tiga Kali Tiduri Anak Tirinya

MALANG – Gelar haji, ternyata hanya menjadi kedok Satimin, 52 tahun, untuk menutupi kebejatan moralnya saja. Warga asal Surabaya yang tinggal di Desa Tanggung, Kecamatan Turen ini, nekat berbuat asusila. Ironisnya, wanita yang menjadi korban pelampiasan nafsunya adalah anak tirinya sendiri yang cacat. Sebut saja namanya Bunga, 22 tahun (bukan nama sebenarnya, red).
Korban diperkosa sebanyak tiga kali selama bulan Agustus. Pertama pada tanggal 1 Agustus, lalu 11 Agustus dan terakhir 17 Agustus. Naifnya lagi, korban disetubuhi dalam kondisi tak berdaya. Bunga tidak bisa berjalan karena mengalami cacat folio.
“Perbuatan bejat itu saya lakukan karena tidak kuat menahan nafsu. Saya khilaf dan mengakui salah,” tutur tersangka Satimin.
Menurut pengakuannya, ia menikah siri dengan ibu kandung Bunga sekitar enam tahun lalu. Selama mulai menikah sampai sekarang, tersangka tinggal serumah dengan istri serta korban. “Setiap harinya kami tinggal serumah. Selama enam tahun, saya tidak pernah balik ke Surabaya,” ujarnya.
Perbuatan bejat dilakukannya pada malam hari sekitar pukul 22.00. Saat kejadian istrinya (ibu korban, red) sedang bekerja. Korban yang saat itu sedang nonton TV di ruang tamu, didekati oleh tersangka. Selanjutnya dengan diancam akan disiksa, tersangka memaksa anak tirinya untuk melayani nafsunya hingga tiga kali. “Saya sama sekali tidak memaksa atau mengancam,” elak tersangka.
Terbongkarnya perbuatan bejat Satimin ini, berawal dari pengakuan Bunga kepada ibunya. Korban yang tidak kuat dengan tingkah laku ayah tirinya, nekat mengadu. Mendengar pengakuan anaknya, ibu korban kaget. Karena tidak terima, dia lalu melaporkan ke Polres Malang hingga Rabu malam lalu tersangka Satimin ditangkap dan dijebloskan ke dalam Polres Malang.
“Tersangka kami jerat dengan pasal 285 KUHP tentang perkosaan dengan ancaman hukuman di atas sepuluh tahun kurungan penjara,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.(agp/aim)