Aduh, Balai Kota Kemalingan

Dari 16 CCTV, Hanya 4 yang Berfungsi
MALANG- Balai Kota Malang dibobol maling. Uang rapelan gaji pegawai sebesar Rp 21 juta raib. 16 CCTV yang awalnya diandalkan untuk merekam berbagai  bentuk kejahatan di kantor wali kota Malang itu ternyata tak bisa diandalkan. Bahkan saat kejadian, hanya empat CCTV saja yang berfungsi.
Aksi kejahatan di balai kota diketahui Kamis (21/8) kemarin sekitar jam 06.00 WIB. Rochim, salah seorang petugas cleaning service kaget bukan kepalang saat melihat brankas,  pintu gudang brankas dan jendela ruangan Bagian Umum terbuka.  
Tahu tempat kerjanya diobok-obok maling, Rochim langsung melapor Kabag Umum, Zulkifli Amrizal. Saat itu juga kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Klojen lalu dilanjutkan olah TKP. “Barang yang hilang berupa uang sebesar Rp 21 juta yang semula disimpan dalam brankas,” jelas Zul, sapaan akrab Zulkifli Amrizal.
Pelaku diduga lebih memilih uang ketimbang barang berharga lain di ruangan yang dibobol itu. Buktinya sebuah laptop dan tab yang terdapat di ruangan Bagian Umum tidak dibawa pergi. Padahal tab  yang awalnya disimpan bersama uang dalam brankas sudah sempat dipindahkan ke meja ruangan.
Berdasarkan kondisi ruangan pasca kejadian, pelaku diduga masuk dengan cara menjebol jendela belakang di sebelah timur ruangan. Pasalnya hanya  jendela tersebut  yang ditemukan dalam kondisi terbuka dengan cara dicongkel. Sedangkan pintu ruangan ruangan Bagian Umum dalam kondisi terkunci rapat.  
Kejahatan yang terjadi di lingkungan balai kota  memang tragis. Bayangkan saja, semula Pemkot sudah memasang 16 CCTV di berbagai kawasan di kompleks peninggalan Belanda itu.  Bahkan persis di atas jendela  ruangan yang dijebol pelaku  sebenarnya sudah terpasang CCTV. Hanya saja saat kejadian CCTV tersebut sedang tak difungsikan.
Berdasarkan penelusuran Malang Post, dari 16 CCTV yang dipasang, ternyata hanya empat titik saja yang berfungsi. Itu pun sudut pemantauanya berada di tempat yang tak vital. Yakni di lorong BKD, tangga belakang balai kota yang mengakses ke Tareko, Bagian Pembangunan dan sekitar kantor Satpol PP.
Zul menkelaskan, CCTV yang selama ini dipasang di atas jendela yang dijebol itu memang sedang tak difungsikan. Pasalnya sekarang sedang berlangsung renovasi di ruangan Bagian Umum. Sampai kemarin ziang, Zul belum bisa menduga siapa pelakunya. Namun demikian ia memastikan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Wali Kota Malang, H Moch Anton. Sebab yang dibawa kabur pelaku disiapkan untuk membayar  rapelan kenaikan gaji pegawai.
Mantan Kabag Humas Pemkot Malang ini menambahkan,  uang sebanyak Rp 21 juta tersebut baru saja dicairkan di Bank Jatim sehari sebelum kejadian. Awalnya mencairkan Rp 25 juta, Rp 4 juta di antaranya sudah diberikan kepada sejumlah pegawai sebagai rapelan gaji.
Di sisi lain, Kepala Satpol PP Pemkot Malang Subkhan mengatakan setiap malam petugasnya disiagakan di pos depan Balai Kota dan belakang kompleks balai kota, persis di kantor Satpol PP. Di setiap pos tersebut  terdapat tiga petugas yang berjaga. Selain itu terdapat juga petugas Satpol PP yang berjaga di gedung dewan yang bersebalahan dengan TKP.
“Sesuai prosedur, petugas memang harus melakukan patroli saat bertugas.Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami. Kami tingkatkan pengamanan di wilayah balai kota,” tandas Subkhan yang juga mantan Kabag Humas Pemkot Malang ini. (van/han)