Sadis, JW Terancam Hukuman Mati

Perkosaan dan Pembunuhan Siswi MTs di Singosari
MALANG–Hukuman mati bisa menjerat JW, anak baru gede (ABG) yang membunuh pacarnya Vika Ayu Rahmatika, 15 tahun, warga Desa Watugede, Singosari secara sadis. Tiga dosa yang diperbuat pemuda 17 tahun warga Desa Baturetno, Singosari ini antara lain memperkosa, membunuh, kemudian merampas barang Vika. Lima pasal berlapis siap mengantarnya menuju hukuman maksimal.
Hal tersebut ditegaskan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin. Wahyu mengatakan kalau JW, terancam hukuman yang cukup berat, karena pasal yang dikenakan kepadanya berlapis.
“Ancamannya kalau tidak seumur hidup, ya 20 tahun atau bahkan hukuman mati. Karena perbuatan yang dilakukannya sangat sadis dan cukup berat,” terang Wahyu Hidayat.
JW dijerat dengan pasal berlapis. Antara lain pasal 81 dan 82 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak di bawah umur. Pasal 80 ayat 3 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 melakukan penganiayaan terhadap anak hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
Kemudian pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pasal ini diikut sertakan karena usai melakukan pembunuhan, tersangka JW mengambil handphone milik korban. Dan dijerat Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.
“Pembunuhan yang dilakukan oleh JW ini sudah direncanakan sebelumnya. Dan dari hasil pemeriksaan, pembunuhan dilakukan seorang diri tidak ada siapapun yang membantu,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Wahyu menambahkan, setelah menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan, Polres Malang akan berkirim surat ke Dinas Sosial Kabupaten Malang. Karena berdasarkan prosedur undang-undang yang baru, yaitu Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang peradilan anak, tersangka yang di bawah umur tidak bisa dicampur dengan tahanan dewasa. Tetapi harus dititipkan ke Dinas Sosial.
“Tetapi pengamanan di Dinas Sosial tidak ada. Jika nantinya Dinas Sosial tidak bisa melakukan pengamanan, maka JW akan tetap ditahan di Polres Malang tetapi atas rekomendasi dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Malang,” jelasnya.
Seperti diberitakan Malang Post, Kamis (21/8) pagi lalu warga sekitar Desa Watugede, Singosari digemparkan dengan penemuan mayat Vika Ayu Rahmatika, siswi salah satu MTs di Singosari. Korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Polisi mencurigai kalau Vika adalah korban pembunuhan, yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 18 Agustus 2014 lalu.
Dari penemuan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan mendalam. Didapat informasi dari salah satu keluarga, kalau korban terakhir bertemu dengan JW. Polisi pun langsung menjemput JW di rumahnya. Dihadapan polisi, JW mengakui pembunuhan itu karena cemburu korban mempunyai pacar lagi. Bahkan sebelum dihabisi korban sempat diperkosa. Baru setelah itu dibunuh dan barang berharga korban dibawa kabur.(agp/ary)