Rampok Sisir Sikat Mobil Bos Hotel

Mobil Honda CRV yang dibawa kabur rampok, berhasil diamankan petugas Satreskrim Polres
BATU-Seorang warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, diduga terlibat perampokan dengan sasaran mobil Honda CRV silver. Yakni, Wahyu Dian A, 24 tahun yang Kamis (21/8) malam diringkus tim buser Polres Batu di wilayah Kecamatan Ngantang. Barang bukti mobil pun telah diamankan polisi.
Perampokan ityu sendiri, terjadi di Hotel Pitaloka Palereman Jalan Imam Bonjol Atas, Kelurahan Sisir, Kecaram Batu, sehari sebelum Lebaran. Tersangka sempat melukai korban dengan menggunakan benda keras hingga mengakibatkan Mul istri pemilik Hotel Palereman, terluka.
“Istri saya terluka di kepalanya karena dipukul,” ujar suami Mul, yang enggan disebut namanya. Ia enggan berkomentar banyak mengenai kronologis kejadian sekaligus menyarankan agar meminta keterangan kepada polisi. “ Kami sudah menganggap tutup buku, dan kami tidak mengenal siapa tersangkanya,” ujarnya ramah.
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Adi Sunarto ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan tersangka Wahyu beserta barang bukti. “Ia kami berhasil menangkapnya,” paparnya.
Ketika diamankan polisi, Honda CRV warna silver yang awalnya bernomor polisi N 1013 KR, oleh tersangka telah diubah menjadi N 2504 TA. Toh demikian, polisi masih bisa mencium jejak tersangka walaupun berusaha menghilangkan jejak.
Keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber, peristiwa itu terjadi malam hari. Saat itu mobil CRV ini diparkir di halaman dalam Hotel Pitaloka Palereman ketika korban sedang beraktifitas di dalam rumah. Ditengah-tengah aktifitasnya, korban mendengar suara pintu tertutup.
Lantas, korban pun mengecek apa yang terjadi. Saat itulah ia melihat tersangka sedang mencuri mobilnya, melihat itu korban berusaha mencegahnya. Ternyata upaya ini disambut perlawanan tersangka Wahyu, ia memukul kepala korban. Imbasnya, korban sempat tidak sadarkan diri sehingga dengan mudah tersangka melarikan mobil itu.
Keterangan lain menyebut, bahwa mobil hasil rampokan itu oleh tersangka sudah diserahkan pada seseorang untuk dijual walaupun harganya belum ada kesepakatan. (muh/lyo)