Kematian `Yaona, Diusut Lagi

MALANG – Ingat dengan kematian Yaona Miati Sari, 26 tahun, warga Dusun Sengon, Desa Dalisodo, Wagir yang jasadnya ditemukan di dasar jurang pada 10 November 2013 lalu ? Kasus tersebut belum berhenti. Sampai sekarang penyidik Reskrim Polres Malang terus melakukan penyelidikan, bahkan beberapa hari lalu berkas kasusnya kembali dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen.
Sekalipun sebelumnya polisi sudah menerangkan hasil otopsi dari RSSA Malang, kalau kematian Yaona bukan karena dibunuh atau mutilasi. Melainkan disebabkan benturan benda keras, kemungkinan saat terjatuh di dasar jurang.
Bahkan, Rabut, pria yang terakhir kali bertemu dengan korban, ini tidak ditahan. Sekalipun sejak kasus dugaan pembunuhan mencuat, Rabut yang diketahui sebagai perangkat Desa Dalisodo ini memilih mengamankan diri di Polres Malang sealama berminggu-minggu. Setelah tidak ada  bukti, Rabut lalu dipulangkan.
Namun kasus yang sudah tenggelam lama ini, ternyata diusut lagi oleh Petugas penyidik Reskrim Polres Malang. Dibukanya kembali kasus ini, karena pihak keluarga danm warga menuntut adanya keadilan. Mereka menuntut supaya Rabut, dihukum.
“Kasus kematian Yaona, masih terus kami selidiki. Saat ini kami masih menunggu petunjuk jaksa apakah ada  kekurangan, karena berkas kematiannya beberapa hari lalu baru kami limpahkan ke Kejaksaan,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Wahyu mengatakan, sebelumnya Polres Malang sudah melimpahkan berkas perkara ke Kejari Kepanjen. Tetapi berkas dikembali karena kurang lengkap. Jaksa meminta supaya dalam berkas ditambah pasal 359 KUHP tentang barang siapa karena kesalahannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia.
“Sebelumnya pasal yang kami jeratkan pada Rabut adalah pasal 304 KUHP sub pasal 306 ayat 2 KUHP. Yaitu karena membiarkan orang dalam keadaan sengsara atau menderita yang membutuhkan bantuan, hingga mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Oleh Jaksa diminta menambahkan pasal 359 KUHP,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Jika nantinya oleh Kejaksaan berkas dianggap lengkap, maka Polres Malang akan segera melimpahkan tahap dua berkas beserta barang bukti dan tersangkanya (Rabut). Selanjutnya untuk menentukan terbukti bersalah atau tidaknya Rabut di Pengadilan Negeri Kepanjen.
Sekadar diketahui, jasad Yaona ditemukan warga di Desa Dalisodo pada 10 November 2013 lalu. Ketika itu kepala dan kedua tangannya tidak ditemukan. Yaona dilaporkan hilang sejak September 2013. Kematian Yaona, diduga karena menjadi korban mutilasi. Keluarga dan warga mencurigai Rabut, karena dia yang terakhir dengan Yaona, sebelum hilang.(agp/nug)