Razia Balapan Liar Dimaksimalkan

KAPOK: Seorang pelaku balapan liar di bawah umur sedang mengambil sepeda motornya yang disita polisi

MALANG – Sebanyak 49 pembalap liar di Kota Malang divonis denda sebesar Rp 750.000 sampai Rp 1.500.000 oleh pengadilan negeri (PN) Malang kemarin. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut, setelah polisi meyita 49 barang bukti berupa kendaraan yang dijaring saat razia balapan liar di Kota Malang.
Dari puluhan kendaraan tersebut, 45 unit diantaranya berupa sepeda motor, sisanya mobil. Sedangkan pelaku, berusia sekitar 16-24 tahun. Bahkan, beberapa pembalap jalanan itu masih belum memiliki SIM.
Kaur Tilang Polres Malang Kota, Bripka Jaja mengatakan, para pelaku terjaring saat kepolisian melakukan razia pada 13 Juli 2014 malam silam. Razia tersebut dilakukan di sekitaran Jl Soekarno Hatta dan Jl Jend. Ahmad Yani. "Untuk mobil beroperasi di Jl Soekarno Hatta, sedangkan sepeda motor di Jl Jend. Ahmad Yani," ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dilanjutkan, setelah melakukan sidang dan membayar di kejaksaan negeri Malang, pelaku baru diperbolehkan mengambil kendaraannya di markas Polres Malang Kota. Sementara bagi yang masih di bawah umur, harus didampingi orang tuanya.Balapan liar yang melibatkan anak di bawah umur diakui Jaja cukup meresahkan. "Orang tua harus mendampingi anaknya agar tidak melakukan balap liar lagi," imbaunya.
Polisi, melalui Jaja, ke depannya akan melakukan razia di beberapa titik kota. Sebab, dalam pantauannya balapan liar masih berkeliaran di beberapa ruas jalan. Akan tetapi, dia tidak mau mengatakan kapan timnya bergerak.
"Kami menerjunkan intel lebih dulu untuk memantau lapangan. Setelah bisa dipastikan, baru kami beroperasi," tegas pria asal Bandung. Bila pelaku mengulang aksinya, sanksi yang dikenakan akan lebih berat dari sebelumnya.
Sementara itu, Nanang Puji Hartana, ayah Cornelius (16 tahun), seorang pelaku, mengaku tidak tahu anaknya terlibat dalam aksi balapan liar. "Kata anak saya, dia sedang pergi untuk mencari makan. Kebetulan saat itu sedang operasi, jadi dia ikut terjaring," dalihnya usai mengambil sepeda motor anaknya yang disita.Sedangkan kondisi motor Cornelius saat terjaring, lanjutnya, tidak memenuhi standar administrasi dan kelengkapan sepeda motor. Sehingga motor ikut ditahan. (erz/nug)