Polisi : Jebol Jendela Bisa Hanya Alibi

MALANG - Usai dibobol Maling, Bagian Umum Pemkot Malang langsung meningkatkan pengamanan internal. Wali Kota Malang H Moch Anton pun memberi lampu hijau uang rapelan gaji pegawai yang dibawa kabur pelaku bisa diganti. Namun ia juga mengingatkan semua  unit kerja Pemkot untuk lebih berhati-hati.
“Saya sudah mendapat laporan tentang peristiwa itu. Saya tanyakan  kenapa sampai bisa terjadi. Sistem pengamanan di Pemkot harus ditingkatkan,” tandas Abah Anton, sapaan akrab H Moch Anton di balai kota, kemarin.
Orang pertama di Pemkot Malang ini pun memberi sinyal  uang sebanyak Rp 21 juta yang dicuri itu bisa diganti oleh Pemkot. “Ya Rp 21 juta itu bisa diatasi. Jumlahnya tidak seberapa,” katanya.
Asalkan, lanjut Abah Anton, jangan  terjadi lagi  aksi pencurian di lingkungan balai kota maupun gedung unit kerja milik Pemkot di luar area balai kota. Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, ruangan Bagian Umum Pemkot Malang dibobol maling, Kamis (21/8). Uang sebanyak Rp 21 juga yang disimpan dalam brankas dibawa kabur melalui jendela yang dijebol terlebih dahulu. Kasus ini sekarang sedang diusut Polres Malang Kota.
Uang itu disimpan dalam brankas untuk membayar rapelan gaji pegawai pemkot yang baru saja naik pangkat. Kabag Umum Pemkot Malang, Zulkifli Amrizal yang ditemui terpisah memastikan peningkatan pengamanan internal di ruangan kerjanya. Semua kunci ruangan yang terletak di area balai kota itu pun diganti.
“Jendela ruangan akan dipasang teralis. Selama ini jendela ruangan memang tidak dilengkapi teralis,” kata Zul, sapaan akrab mantan Kabag Humas Pemkot Malang ini.
Ia juga memastikan segera memeriksa kondisi semua CCTV yang dipasang di berbagai sudut balai kota. Bahkan segera memasang lagi CCTV di berbagai sudut ruangan yang selama ini sempat tak diaktifkan karena sedang berlangsung pembangunan fisik di lingkungan gedung peniggalan Belanda itu.
“Memang sejak dua minggu lalu terdapat CCTV yang dimatikan karena sedang ada pembangunan. Jumlah persis CCTV yang dimatikan segera kita cek lagi,” terang Zul.
Untuk diketahui lingkungan balai kota diawasi 16 CCTV. Namun saat terjadi pencurian, hanya empat CCTV saja yang aktif. Pantauan Malang Post, kemarin siang pun hanya empat CCTV saja yang aktif seperti sehari sebelumnya. Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro mengatakan sudah menerima berkas perkara tersebut untuk penyidikan. “Dari olah TKP, sidik jari masih dipelajari dan dicari,” katanya.
Soal jendela yang dijebol pelaku, menurut Adam, bisa saja dijadikan sebagai alibi lantaran jalur masuk ruangan tidak dibongkar. “Pelaku bisa jadi punya kunci. Jadi polisi sedang mencari sidik jari, selanjutnya akan dipanggil,” jelas perwira polisi dengan tiga balok di pundak itu.
Adam mengatakan sudah meminta keterangan dari saksi yang pertama kali mengetahui kejadian. “Semua kemungkinan bisa terjadi. Namun belum bisa dipastikan. Selanjutnya polisi masih mencari bukti lain, dan penyelidikan masih berlanjut,” tandasnya. (van/erz/han)