Terbelit Utang,Edarkan Upal

BATU - Lantaran terbelit utang dan hasil tani gagal, Tomas Jemian (47) warga Maron Sebaluh Desa Pandesari Kecamatan Pujon, akhirnya tertarik mengedarkan uang palsu (upal) sebelum akhirnya diringkus petugas.
Tomas mengatakan bahwa upal tersebut didapat dari temannya, Andik warga Madiun. Ia kenal dengan Andik kali pertama saat di warung kopi ketika sedang berada di Kota Kediri. “Andik mepet dan mendekat kepada saya, saat itu saya mulai kenal dan ditawari upal itu,”kata Tomas saat di Mapolres Batu, Sabtu (23/8) kemarin.
Namun, saat itu Tomas menolak dan takut akan berurusan dengan aparat kepolisian. Ia hanya mengantongi nomor HP Andik yang kini masuk DPO petugas. Menurutnya, rencana untuk menggunakan upal dalam kebutuhan setiap hari, terlintas saat hasil taninya gagal. Sehingga ia menghubungi Andik dan menghampirinya ke Madiun. “Saya bertemu dengan dia dan dikasih upal sekitar Rp.4 juta. Karena saling percaya saya diberikan kebebasan untuk membayar setelah upal ini habis,”ujar bapak dua anak ini.
 Uang palsu tersebut lantas digunakan oleh Tomas untuk menghadiri acara hajatan. Dalam amplop berisi uang sebesar Rp.100 ribu, dibagian luar ada namanya. Selain itu, ia juga menggunakan upal tersebut untuk membeli dua HP sebesar Rp.300 ribu.
 Bahkan, ia hampir berhasil mengecoh penjual Ipad di Rombengan Malang  (Roma), namun uang yang digunakannya itu ternyata diketahui palsu. Sehingga Tomas pun kabur dan tidak jadi membeli Ipad tersebut. “Rencananya beli Ipad di Rombengan Malang, makanya saya gunakan uang tersebut. Saat itu harga Ipad bekas sebesar Rp.700 ribu,”pungkasnya. (mik/nug)