Ngidam CVR, Hilangkan Jejak Pakai Kaus Tangan

BATU - Wahyu Dian A, (24) warga Jalan Utomo Rejo Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, yang saat ini ditahan di Mapolres Batu dengan tuduhan merampok, ternyata mantan Security Rumah Sakit dr. Etty Asharto. Sebelum tertangkap, dia menjadi buronan polisi dengan bersembunyi di rumah saudaranya di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang (baca Malang Post edisi 23/8).
Menjelang lebaran lalu, Wahyu dengan kenekatannya dia berani merampok bos Hotel Palereman Jalan Imam Bonjol Atas, Mulyon (70) dan istrinya Ani Sri Bintarti (60) dengan sasaran mobil Honda CVR.
Tersangka menepis jika aksinya dilakukan lantaran masalah ekonomi. Sebaliknya, karena memang ngidam memiliki mobil Honda CRV, seperti milik korban. Apalagi selama buron, dia juga tidak punya keinginan menjual barang bukti yang sudah disita polisi itu.
“ Mobilnya ya saya pakai saja, karena senang. Untuk mengecoh polisi, saya terus kabur dan berpindah tempat. Kali pertama kabur ke Sumbermanjing Wetan, lalu ke Blitar dan akhirnya ke Ngantang,”aku Wahyu yang menambahkan nopol mobil N 1013 KR diganti menjadi N 2504 TA.
Sebelum merampok, diawali pengintaian selama tiga hari sekaligus memetak kondisi rumah korban.Baru setelah strategi tersusun rapi dan kondisi hotel tidak terlalu ramai pengunjung, dia mulai melancarkan aksinya. Modusnya, mencongkel daun jendela, lalu masuk dapur kemudian menyalakan kran air di kamar mandi  agar gerakannya tak dicurigai penghuni rumah.
Rentang satu jam, Ani Sri Bintari terbangun lalu keluar mematikan air di kamar mandi, setelah itu kembali tidur. Tak berselang lama, Muyono mendengar ada pintu terbuka dan tanpa curiga ia mengecek, saat itulah dia memergoki pelaku sembunyi di samping tabung gas. Alih-alih berhasil menangkap pelaku, Mulyono justru dihujani pukulan, setelah tidak berdaya korban diikat dengan tali sepatu dan kain berukuran besar.
Mendengar ada suara orang tengkar di dapur, istri Mulyono keluar dan mendapati sang suami telah terikat. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengambil pentungan bambu sepanjang 1 meter, yang langsung dilayangkan pada tersangka. Namun karena kalah kuat, istri Mulyono di KO tersangka hingga pingsan, lalu tangan dan kakinya diikat menggunakan tali rafia.
”Saya lantas masuk kamar dan mencari kunci mobil CRV itu, tapi tidak ketemu. Akhirnya saya membangunklan korban (istri Mulyono) menunjukkan tempat kunci mobil maupun penyimpanan uang, saya dapatkan Rp900 ribu, ”urainya.
Jumlah uang tersbut dianggap kurang, dan Sri pun kembali dipaksa menyerahkan uang dalam tas merah berisi Rp3 juta plus tiga kartu ATM dan kartu kredit, bahkan menyikat HP.“HP Blackberrynya saya simpan, sedangkan Flexi saya gunakan untuk menghubungi bagian resipsionis untuk membukakan pintu belakang sehingga saya bisa kabur membawa mobil sekitar pukul 01.30 dini hari, ”ungkapnya.
Kasubag Humas Polres Batu, AKP Waluyo mengatakan bahwa korban berhasil ditangkap Kamis (21/8) sekitar pukul 16.00 di rumah saudaranya di Ngantang. Dari hasil pemeriksaan, ternyata tersangka sebelum masuk dapur, masih sempat menghampiri tamu hotel yang berada  di bagian resipsionis berlagak sok akrab.
Begitu tamu hotel yang dia ajak ngobrol bergeser ke BNS sekitar pukul 21.00, tersangka beralih menuju gudang laundry untuk mengambil sarung tangan warna hitam agar sidik jarinya tidak membekas pada semua benda yang dipegangnya. (mik/lyo)