Siswa SLB Tewas Tenggelam

MALANG – Warga sekitar Sungai Molek, Kelurahan Penarukan, Kepanjen kemarin digemparkan dengan peristiwa yang dialami Harvansyah Remania alias Pipo, 10 tahun. Bocah kelas 4 SLB (Sekolah Luar Biasa) ini, ditemukan warga tewas tenggelam di sungai. Diperkirakan, korban tenggelam setelah jatuh terpeleset.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Sultan Hasanudin, RT01 RW03, Kelurahan Penarukan, Kepanjen. Pihak keluarga menerima kematian anaknya sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta evakuasi di tubuh korban sama sekali tidak ada bekas kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena tenggelam. Dugaan sementara, korban tenggelam karena jatuh terpeleset,” terang Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.
Ghazali, 28 tahun, salah satu saksi mengatakan sebelum tenggelam, korban saat itu baru pulang sekolah. Selanjutnya bersama dengan teman-temannya, ia berniat mandi di sungai. Tetapi belum sempat mandi, kaki korban terpeleset. Karena tidak ada keseimbangan, ia langsung jatuh tenggelam di sungai.
Teman-teman korban yang mengetahui tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya terdiam dan berteriak minta tolong pada warga. Ghazali, yang mendengar dan mengetahui ada anak tenggelam lalu memberitahukan pada warga sekitar. Selanjutnya warga beramai-ramai melakukan pencarian. Hasilnya beberapa jam setelah kejadian, korban ditemukan beberapa ratus meter dari lokasinya tenggelam. Saat ditemukan ia dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Korban itu memang mengalami keterbelakangan mental. Saat mandi di sungai, tidak ada orang dewasa yang mengawasi. Saya mengetahui kalau ada yang tenggelam, setelah teman-temannya berteriak korban tenggelam,” ujar Ghazali.(agp/aim)