Misterius, RA Al-Hidayah Diobrak Abrik

PORAK PORANDA: Seluruh isi almari, barang-barang di ruangan guru maupun kelas RA Al-Hidayay Desa Sumberjo, kemarin kondisinya porak poranda.

BATU - Benar-benar keterlaluan, seluruh ruangan kelas, ruang Kasek maupun kantor lembaga pendidikan Raudlotul Atfal (RA) Al-Hidayah dan Kelompok Bermain Az-Zahra, Jl Indragiri 9 Desa Sumberjo, Kecamatan Batu, Senin pagi kemarin kondisinya ditemukan porak poranda. Tak satupun ada barang berharga yang hilang, walaupun ada dokumen yang dibakar.
Peristiwa yang diperkirakan sengaja diciptakan di sekolah yang berlokasi di Gg 15 belakang Balaidesa Sumberjo, itupun membuat guru dan murid kalang kabut. Walimurid pun resah, apalagi kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya sejak sebelum bulan Ramadhan lalu.
Ruangan play ground untuk kelompok bermain, kondisinya juga ikut berantakan. Seluruh almari kelas terbuka, di sana sini ditemukan alat permainan, buku berserakan seluruh ruangan. Dinding pun belepotan tinta serta bekas stempel, papan tulis juga ditemukan jatuh.  Lebih mengejutkan lagi, di tengah ruangan play ground para guru menemukan setumpuk dokumen milik Kelompok Bermain Az-Zahra sudah menjadi setumpuk abu.
Pihak sekolah belum tahu persis dokumen apa saja yang sudah dibakar oleh pelaku, dikhawatirkan ada raport milik siswa serta dokumen lain yang ikut terbakar, karena tidak jauh dari abu terdapat buku-buku serta buku induk sekolah.
“ Kami tidak tahu siapa yang berulah seperti ini, motifnya apa karena selama ini sekolah kita tidak ada masalah dengan siapa pun juga,” keluh Sulismini Spd, Kepala RA Al Hidayah.
Akibat kejadian di sekolah yang bernaung  di Yayasan Pendidikan Muslimat NU Nabawi Wilayah Jatim (YPMNU) ini, aktifitas belajar mengajar terganggu. Pihak sekolah tidak bisa mengetahui secara persis, apakah perbuatan tersebut dilakukan orang dewasa ataukah anak-anak, dan yang jelas pelaku meninggalkan beberapa jejak termasuk bekas telapak tangan tertempel pada dinding.
Tidak hanya itu, pelaku juga menciprat-cipratkan tinta pada dinding seperti mau menciptakan lukisan abstrak. Bahkan sempat menempel kertas kecil-kecil di papan tulis, kemudian mewarnainya dengan tinta. Tidak cukup itu saja, pelaku juga menggambar bola menggunakan cat kayu.
Ketika semua almari dan ruangan diteliti, menurut Sulismini tidak ada barang berharga yang hilang lantaran semua uang siswa setiap harinya sengaja dibawa pulang guru, lantaran sebelumnya pernah kehilangan kotak amal dan cd player.
“Jadi peristiwa ini merupakan yang yang ketiga. Sebelum puasa kotak amal dan cd player hilang, disusul kejadian bulan Ramadan lalu, dinding sekolah yang baru saja dicat disiram menggunakan cat ditambah telapak tangan dan kaki pelaku ditempelkan pada dinding dan lantai,” ungkap Sulismini.
Peristiwa kemarin itu diketahui sekitar pukul 06.30, ketika salah seorang guru membuka ruangan kantor. Ia terkejut melihat semua barang porak poranda. Begitu ruangan lain dibuka, kondisinya juga sama berantakan.“ Kami sudah melaporkan masalah ini ke pamong desa, kemudian ditindaklanjuti dengan melapor ke polisi,” ujarnya.
Kapolsek Batu, AKP Slamet Riyadi mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari pihak sekolah. “Sampai sore ini tidak ada laporan dari pihak sekolah, artinya pihak sekolah belum merasa dirugikan atas peristiwa tersebut. Walaupun begitu sebaiknya pihak sekolah segera melapor ke kami agar secepatnya bisa ditindaklanujuti,’’terang Slamet Riyadi, yang menambahkan pihaknya sudah mengirimkan p[ersonil ke TKP untuk pulbaket. (muh/lyo)