Stroke, Tewas Tertabrak Kereta

MALANG – Maut  lebih dulu menjemput Sumarno, warga RT 5 RW 3, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pria berusia sekitar 60-an ini, meninggal akibat tertabrak kereta api ketika ingin menyeberang di sebuah lintasan penyebarangan kereta api di Ciptomulyo Gg 10.
Tiba-tiba, saat ia menyeberang, kereta api dari arah selatan melaju dan langsung menabrak Sumarno.
Berdasarkan keterangan saksi mata, musibah yang menimpa Sumarno berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Warga segera memanggil kepolisan Sukun untuk mengevakuasi korban. Setelah itu, korban dibawa langsung ke kamar jenazah RSSA.
Suyatno, seorang petugas Linmas yang ikut mengevakuasi jasad Sumarno mengatakan, saat warga menemukannya kedua kaki Sumarno sudah terpisah dari tubuhnya. Daging dan darahnya berceceran di sekitar lokasi kejadian.
"Tapi, tubuhnya tidak terluka parah. Hanya kakinya saja," ujarnya kepada Malang Post usai jasad dievakuasi. Ditambahkan, Sumarno memang sering terlihat sedang berjalan kaki di tempat yang jaraknya sekitar dua kilometer itu.
Terpisah, putri sulung Sumarno, Setiati, mengatakan kalau ayahnya sudah menderita stroke selama tiga tahun. Wanita berusia 36 tahun ini mengatakan, dirinya tidak tahu kalau Sumarno sedang berada di luar rumah. "Dia (Sumarno, red) memang sempat pamit mau jalan ke Janti. Tapi saya larang," ungkapnya saat ditemui di kamar mayat RSSA kemarin. (erz/nug)
 Ditambahkan, rumah dia dan ayahnya bersebelahan.
Setiati mengatakan, Sumarno memang gemar keluyuran ke luar meski kondisinya sedang stroke. Namun, Setiati juga sering melarang ayahnya keluar rumah.
Tiba-tiba, ada tetangga yang memberi kabar ke Suciati tentang musibah yang dialami ayah tiga anak itu. Setiati pun terkejut mendengarnya. Di saat Setiati mengira ayahnya masih berada di dalam rumah, ternyata ajal justru menjemput ayahnya. "Saya sempat tidak percaya, karena saya tahunya ayah sedang di rumah," tandasnya.
Sementara itu, Nanang, musibah yang menimpa Sumarno merupakan kali kedua terjadi di lokasi tersebut. "Sekitar satu bulan lalu juga ada warga tewas tertabrak kereta api di sana," katanya. Sampai berita ini ditulis, polisi masih melakukan otopsi jasad Sumarno. (erz)