Gandeng KPAI, Siapkan Razia HP dan Warmet

MALANG – Perkembangan teknologi internet, menjadi salah satu factor penyebab meningkatnya kasus kejahatan yang dilakukan anak di bawah umur. Salah satunya adalah tindak kejahatan asusila. Ini terjadi karena sekarang dengan mudah anak bisa membuka situs film porno, yang bisa mempengaruhi otaknya.
Hal ini seperti yang disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, kepada Malang Post siang kemarin. Ia menyatakan, bahwa kejahatan asusila anak bisa terjadi kapanpun, karena orangtua kurang melakukan pemantauan.
“Kasus kejahatan anak ini, sudah mulai harus dipikirkan. Karena jika terus dibiarkan moral anak akan semakin rusak. Ini salah satunya karena mereka banyak melihat film porno atau cerita pembunuhan yang mudah diakses di internet. Salah satu bukti nyata adalah kasus perkosaan disertai pembunuhan di Singosari, serta kasus perbuatan asusila di Kepanjen,” terang Wahyu.
Untuk menekan sekaligus melakukan pencegahan, Reskrim Polres Malang akan menggandeng Polsek terutama Babhinkamtibmas untuk meningkatkan giat sambang desa. Yaitu dengan memberikan penyuluhan kepada para orang tua untuk lebih meningkatkan pemantauan terhadap anak-anak.
Satreskrim Polres Malang juga akan memberikan sosialisasi kepada Kepala SMP dan SMA atau SMK di Kabupaten Malang untuk lebih sering menertibkan penggunaan handphone pada siswa. Bahkan, bila perlu pihak sekolah melakukan razia HP milik siswa yang menyimpan gambar atau film porno.
“Kami dalam waktu dekat ini, juga akan melakukan razia ke beberapa warnet di Kabupaten Malang. Warnet yang menyediakan situs film porno akan kami tindak dengan tegas,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Berkaitan dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2012, tentang peradilan anak, dalam minggu ini Satreskrim Polres Malang akan melakukan MoU dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Dinas Sosial Kabupaten Malang. Tersangka yang usianya di bawah umur, untuk tetap dititipkan di tahanan Mapolres Malang.
“Karena selama ini, tahanan anak di Malang yang ada hanya Dinsos Kota Batu. Tetapi tingkat pengawasan serta pengamanannya masih diragukan. Daripada nantinya ada permasalahan, maka kami akan membuat kerjasama MoU. Sekaligus kami juga akan mengajak Dinsos serta KPAI sosialisasi untuk memerangi kejahatan yang dilakukan anak di bawah umur,” paparnya.(agp/aim)