Terpengaruh Film Porno, Pemuda Cabuli Siswi SD

MALANG – Gara-gara terpengaruh film porno, AK, anak baru gede (ABG) asal Jalan KH Muhammad Said, Desa Sukoraharjo, Kepanjen harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Pemuda 15 tahun ini, menjadi tersangka kasus asusila. Ia telah berbuat tidak senonoh terhadap Bunga (nama samaran), 12 tahun, keponakannya sendiri.
“AK kami tangkap di rumahnya, sesaat setelah kami mendapat laporan dari keluarga korban. Ketika kami interogasi, yang bersangkutan memang mengakui semua perbuatannya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Akibat perbuatan bejatnya itu, AK dijerat dengan pasal 82 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, serta Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang peradilan anak. “Tersangka mengaku melakukan perbuatan asusila karena terpengaruh dengan film porno yang ia simpan di handphone,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Perbuatan bejat yang dilakukan AK ini, terjadi Selasa (26/8) lalu sekitar pukul 13.00. Siang itu, Bunga yang masih kelas VI SD baru pulang sekolah dengan jalan kaki melintas di Jalan Semboja, Kelurahan Cepokomulyo, Kepanjen.
Ketika melintas di lokasi yang sepi, tiba-tiba dihadang oleh tersangka. Selanjutnya korban dibungkam dan tubuhnya diseret ke parit samping jembatan. Leher korban dicekik dan diancam akan dibunuh dengan bambu jika melawan. Setelah itu tangan tersangka meraba-raba alat vital korban.
Sadar akan diperlakukan tidak senonoh, meski di bawah ancaman korban berusaha berontak. Melihat korbannya melawan, tersangka yang kalap lalu melempar tubuh korban ke sungai. Selanjutnya dengan santai tersangka langsung kabur.
Beruntung korban yang kesakitan segera ditemukan oleh seorang pencari rongsokan yang kemudian menolong. Korban diantarkan pulang, dan selanjutnya menceritakan apa yang baru saja dialaminya kepada orangtuanya. Mendengar pernyataan itu, orang tua korban bagai tersambar petir yang kemudian melapor ke Polres Malang.
“Saya nekat melakukan itu karena nafsu. Mulai pagi sampai siang, memang terus kepikiran ingin melakukan perbuatan itu. Sekarang saya khilaf dan menyesali semua perbuatan,” tutur tersangka AK.(agp/aim)