Ngaku Polisi, Oknum TNI AU Kuras Harta dan Perdayai Wanita

MALANG – Seorang oknum anggota TNI AU, Kamis (27/8) malam diamankan petugas Buser Polres Malang. Angger Yugo Prasetyo, 27 tahun, yang masih tercatat anggota aktif berpangkat Praka ini, ditangkap karena mengaku sebagai anggota polisi lalu lintas. Aksi itu dilakukan untuk berbuat jahat.
Ada empat orang yang sudah diakui pria kelahiran 19 Februari 1987 menjadi korbannya. Semua korbannya adalah wanita. Dua diantaranya sudah melapor ke Polres Malang. Masing-masing berinisial AF, 20 tahun, warga Jalan Letjen Sutoyo, Kota Malang Malang serta YY, 40 tahun, warga Sawojajar – Kedungkandang. Sedangkan dua korban lainnya adalah PJ alias MZ, warga Kota Batu serta VN, warga Sidoarjo.
“Yang bersangkutan (Angger, red) kami amankan di Giant Sawojajar, saat janjian bertemu dengan korbannya. Awalnya hanya orang biasa, tetapi setelah kami periksa ternyata yang bersangkutan masih anggota aktif TNI AU. Dan itu dikuatkan dengan kartu anggota yang ditunjukkan. Karena masih anggota aktif, semalam (Kamis malam, red) langsung dijemput petugas POM AU, yaitu Mayor Aswinto Gaib dan dua anggotanya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Menurutnya, penangkapan Angger ini berawal dari laporan kedua korban, AF serta YY.  Mereka mengaku telah menjadi korban penipuan Angger. Selain harta benda mereka yang dirampas, harga diri mereka juga direnggut. Berdasarkan laporan itulah, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Angger. Sesuai kartu tanda anggota, Angger tinggal di Komplek Jatayu IV Desa Dengkol, Kecamatan Singosari.
Berdasarkan keterangan korban dan pelaku, modus kejahatan yang dilakukan Angger ini cukup unik. Ia mencari korban lewat media sosial Bee-Talk, dengan menggunakan nama Zhue. Foto yang dipasang dalam akunnya, memakai seragam dinas polisi lalu lintas.
Berbekal ketampanan, Angger mencari kenalan. Ia mengaku sebagai anggota polisi lalu lintas yang dinas di Polres Malang. Setelah ada wanita yang tertarik, pelaku lalu mengajaknya pacaran. Selanjutnya korban diajak janjian ketemuan.
Pertama yang menjadi korbannya adalah VN, pada Juni 2014 lalu. VN diajak ketemuan di Terminal Arjosari. Selanjutnya korban diajak berhubungan badan di salah satu penginapan. Usai berhubungan intim, VN diajak bermain ke Taman Rekreasi Sengkaling – Dau. Kemudian korban diajak salat berjamaah. Ketika korban sedang salat inilah, barang-barang di dalam tas dibawa kabur.
Korban kedua AF, juga pada bulan Juni 2014. Sebelum HP dan perhiasannya diambil saat diajak salat di SPBU Pendem-Batu, AF terlebih dahulu juga disetubuhi. Korban ketika PJ alias MZ, pada bulan Agustus 2014. Korban diajak janjian bertemu di Villa Songgoriti-Batu. Usai berhubungan badan, PJ alias MZ diminta membeli makanan. Saat itulah pelaku mengambil barang berharga kemudian kabur. Dan korban terakhir YY, pada bulan Agustus disetubuhi disebuah hotel Jalan Panji Suroso Malang.
“Modus yang dilakukan pelaku terhadap semua korbannya sama. Usai disetubuhi, barang-barangnya diambil. Korban mau disetubuhi karena dijanjikan akan dinikahi,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, sembari mengatakan bahwa barang bukti yang diamankan adalah empat buah HP.
Untuk seragam polisi yang dipakai dalam akun Bee-Talk, diakui Angger saat diperiksa adalah milik sepupunya di Madiun yang menjadi anggota polisi lalu lintas. Ia mencoba memakai seragam tersebut, kemudian difoto dan dijadikan foto profile. “Ngakunya dia dulu bercita-cita menjadi polisi, tetapi sama orangtua tidak direstui,” katanya.(agp)