Dua Spesialis Copet Beraksi di Karnaval Kepanjen

KEPANJEN- Dua orang pencopet yang beraksi saat Karnaval Kepanjen pada hari Minggu (31/8) lalu, berhasil tertangkap tangan oleh petugas Reskrim Polsek Kepanjen. Yakni Sugeng Subiantoro, 62 tahun, warga Jalan Melati Desa Mangunrejo Kepanjen dan Tommy, 28 tahun, warga Dusun Talun RT 03 RW 08 Desa Kesamben Ngajum.
Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan barang bukti uang tunai Rp 50 ribu, HP merk Cross dan satu buah STNK sepeda motor merk Honda Beat N 2213 DU atas nama Dwi Utami.
Selain itu, petugas juga menyita senjata tajam (Sajam) jenis pisau yang diduga kuat dipergunakan keduanya untuk melakukan kejahatan. Kapolsek Kepanjen Kompol Suyoto mengatakan, pencurian ini terjadi dilakukan keduanya saat siang hari. Memanfaatkan kelengahan masyarakat yang asyik menonton karnaval, keduanya melancarkan aksinya.
“Namun, saat karnaval itu kami melakukan pengamanan terselubung dengan menerjukan petugas berpakaian preman yang berbaur bersama masyarakat,” ucapnya kepada Malang Post kemarin.
Salah seorang anggotanya yang berpakaian preman tersebut mendapati keduanya melakukan pencopetan. Kedua pelaku secara diam-diam mencuri sebuah HP dari salah seorang masyarakat yang menonton karnaval di simpang empat Yonzipur Desa Panggungrejo Kepanjen. Tidak cukup itu saja, pelaku menjalankan aksinya kepada dua orang korban lainnya.
Namun,  petugas masih membiarkan aksi keduanya dan menunggu waktu tepat untuk melakukan penangkapan. “Saat keduanya kembali beraksi dengan sasaran seorang wanita, langsung kami lakukan penyergapan. Kemudian kedua tersangka kami bawa ke Mapolsek,” kata perwira menengah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya tersebut.
Keduanya yang kedapatan melancarkan aksinya tersebut hanya bisa pasrah digelandang oleh petugas ke sel tahanan. Menurut Suyoto, kedua tersangka merupakan spesialis pencopetan di pasar maupun tempat keramaian lainnya.
“Keduanya juga merupakan residivsi alias pernah dipenjara. Untuk tersangka Sugeng, pernah dipenjara terkait kasus penganiayaan. Sedangkan tersangka Tommy, pernah dipenjara tersangkut kasus pencurian sepera motor,” bebernya.
Kedua tersangka memang sering melakukan pencopetan di seputaran Kepanjen dan sekitarnya. “Uangnya saya buat untuk biaya kehidupan sehari-hari. Maklum pendapatannya bekerja sebagai kuli tidak seberapa,” kilah tersangka Tommy saat diperiksa petugas penyidik kepolisian kemarin. (big/aim)