Guru dan Siswa SMP Negeri 2 Kesurupan

MALANG – Sepuluh siswa dan seorang guru SMP Negeri 2 di Jalan Locari Kepanjen, kemarin pagi mengalami kesurupan massal. Tiba-tiba mereka berteriak histeris, saat jam pelajaran baru dimulai. Dikhawatirkan bisa terkena ke siswa lainnya, setelah sadar pihak sekolah langsung memulangkan siswanya lebih awal.
Sayangnya, kejadian kesurupan ini seolah-olah ditutupi oleh pihak sekolah. Padahal kejadian kesurupan itu, bukan hanya sekali kemarin saja, tetapi sudah tiga hari berturut-turut. Beberapa guru dan pegawai mengatakan tidak tahu. Namun ada juga salah satu guru yang membenarkan kejadian tersebut.
“Memang ada siswa kesurupan, tetapi tidak banyak hanya sekitar sepuluh siswa saja,” kata Muslimin, salah satu guru agama di SMP Negeri 2 Kepanjen, sembari berlalu.
Kejadian kesurupan juga dibenarkan oleh salah satu siswi kelas VII berinisial YD, yang ikut kesurupan. Ia mengatakan bahwa awalnya hanya satu siswa saja, kemudian merembet ke siswa lainnya hingga ada sekitar sepuluh anak yang kesurupan.
“Kejadian kesurupan sudah tiga kali ini. Pertama hari Selasa lalu ada salah satu siswa yang tiba-tiba mengalami kesurupan. Kemudian hari kedua kemarin (Rabu, red), ada sekitar delapan anak yang kesurupan, dan hari ini (kemarin, red) ada sekitar sepuluh siswa,” jelas YD.
Yatik, salah satu warga yang rumahnya berhadapan dengan SMP Negeri 2 Kepanjen, saat dikonfirmasi juga membenarkan kejadian kesurupan tersebut. Menurut Yatik, kejadian kesurupan terjadi sekitar pukul 07.00, saat baru masuk kelas dan mau membacakan surat Yasin. Namun secara tiba-tiba, seorang anak mengalami kesurupan yang kemudian merembet ke siswa lainnya.
“Selain anak-anak, juga ada seorang guru bu Tyas, yang juga kesurupan saat membuka ruang perpustakaan. Mereka langsung berteriak histeris dan menangis,” tutur Yatik.
Siswa serta guru yang kesurupan baru sadar setelah pihak sekolah memanggil “orang pintar” untuk membantu menyadarkan. Setelah sadar, pihak sekolah lalu memilih memulangkan siswanya lebih awal.(agp/aim)