Polisi Sulit Temukan Titik Terang

Telecenter Daragrati Tak Dilengkapi CCTV
MALANG – Pencurian di Telecenter Daragrati, Jl Mayjen Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (3/9/14) dini hari lalu hingga kemarin  belum menemukan titik terang. Bahkan,  polisi mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi pelaku yang menggasak aset Pemkot senilai Rp 50 juta tersebut.
Kapolsek Kedungkandang, Kompol I Putu Mataram mengatakan, kesulitan yang dialami pihaknya disebabkan, di kantor tersebut tidak terpasang satu pun CCTV. "Jadi, kami kesulitan. Kami tidak tahu berapa jumlah pelaku, siapa dan bagaimana mereka beraksi," ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Ditambahkan, pihaknya  menduga pelaku berjumlah sekitar empat orang. Hal ini berdasarkan jumlah dan jenis barang curian pelaku. "Kira-kira sekitar empat orang. Karena mereka harus mengangkut barang-barang curian mereka," jelas Putu, panggilan akrab Kompol I Putu Mataram.
Hingga kemarin polisi telah memeriksa memeriksa saksi. Saksi yang diperiksa ialah Manajer, Karyawan dan Satpam Telecenter Daragrati. Meskipun begitu, polisi tetap belum bisa menemukan titik terang tentang siapa pelakunya.
Sementara itu, aktivitas di Telecenter Daragrati sendiri masih terganggu. Pidek So Adi, Manajer Telecenter Daragrati mengatakan, barang yang dicuri tersebut adalah semua perangkat utama mereka untuk bekerja. "Tanpa barang-barang itu, kami tidak bisa bekerja," ujarnya.
Kendati demikian, para karyawan tidak mau tinggal diam. Mereka mengobrak-abrik isi gudang, untuk menemukan sisa-sisa barang di sana. Tujuan mereka, jelas Pidek, merakit kembali barang-barang bekas tersebut dan berharap masih ada yang bisa digunakan.
"Kalau untuk program terdekat kami, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo, red) mau memfasilitasi. Jadi, program pembinaan IT ke tarang karuna ini masih bisa berjalan," jelas pria yang juga menjabat sebagai dosen sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang (UM) itu.
Pidek berharap, pengadaan barang-barang di kantornya segera dilakukan Pemkot Malang. Selain itu, pengadaan CCTV juga bisa jadi rencana jangka pendek Pemkot untuk mengamankan aset Pemkot lainnya.
Sebagaimana diberitakan Malang Post,  Polsek Kedungkandang mendapat laporan kalau terjadi pembobolan di kantor Telecenter Daragrati Kota Malang. Pelaku merusak pagar dan dinding kantor dan berhasil menggasak aset Pemkot senilai Rp 50 juta.
Sebelumnya, Pemkot Malang juga mengalami kerugian sebesar Rp 21 juta. Uang yang berada di dalam brankas di ruang bagian umum, raib digondol maling. Setelah diperiksa lebih lanjut, rupanya hanya 4 dari 16 CCTV yang menyala di sana. (erz/nug)