Lagi, Petani Tebu Tewas Terpanggang Daduk

Petugas Polsek Pakis memintai keterangan para saksi terkait terbakarnya lahan tebu yang menyebabkan Hj Ruminah tewas

PAKIS – Seorang petani tebu kembali menjadi korban pembakaran daduk atau daun kering tebu. Hj Ruminah, 50 tahun warga Jalan Raya Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Sabtu kemarin, tewas dengan kondisi luka bakar sekujur tubuhnnya. Korban terpanggang saat membakar daduk di lahan tebu miliknya.
Salah satu saksi mata, Soleh mengatakan, sebelum ditemukan tewas terbakar, sekitar pukul 09.30 WIB korban mulai menggarap lahan miliknya. Saat itu, korban terlihat mengumpulkan daduk yang berserakan di tegah lahan tebu. Setelah mengumpulkan daduk tersebut, korban tampak berisitirahat lantaran kelelahan.
Beberapa saat beristirahat, korban membakar daduk yang dikumpulkannya tersebut, tanpa memikirkan bahayanya.
“Saat membakar daduk itu, ternyata api cepat merambat ke lahan tebu milik orang lain. Korban saat itu sempat berteriak minta tolong sembari mencoba memadamkan api,” kata Soleh.
Menurutnya, si jago merah saat itu merambat serta membakar lahan tebu dengan begitu cepatnya. Apalagi saat itu angin bertiup kencang. Soleh sempat berteriak meminta tolong yang membuat heboh warga sekitar. Wargapun mencoba menolong korban dengan memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya.
“Kobaran api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit setelah kejadian. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan,” kata Soleh.
Saat ditemukan pertama kali oleh warga, kondisi korban dalam keadaan mengenaskan. Yakni mengalami luka bakar hampir seluruh tubuhnya serta dalam posisi sujud seperti saat salat.
Peristiwa itu dilaporkan warga sekitar kepada perangkat Desa Pakisjajar yang diteruskan ke Polsek Gondanglegi. Polisi yang datang langsung memasang garis polisi dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka.
“Korban dan petani di sekitar sini, biasa membakar daduk usai memanen lahan tebunya. Tujuan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman tebunya,” terang Soleh.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga menerima kematiannya sebagai musibah. “Keluarga menolak dilakukan otopsi. Mereka meminta jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk secepatnya dimakamkan,” ujar Kapolsek Pakis AKP Herry Purwanto kepada Malang Post kemarin.
Sebelumnya, petani tebu Dusun Ganjar Selatan, Desa Ganjaran, Gondanglegi,H. Sumar ditemukan tewas terpanggang daduk di bekas lahan tebu yang dibakarnya pada 4 Agustus lalu. (big/aim)