Muncul Bukti Lelang Seragam

BATU - Banyak pihak bertanya-tanya kemana uang milik para korban penipuan yang dibawa oleh terlapor Ika Widyawati, 36 tahun, seorang Kepala TK, warga Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Yang terbaru, salah satu korban memiliki bukti investasi seragam salah satu instansi pemerintah.
Kepada sejumlah korban, Ika mengatakan bahwa ia pun menjadi korban penipuan, pasalnya uang tersebut dibawa oleh seseorang yang namanya tidak pernah disebutkan oleh Ika. Beberapa korban menyebut hal itu hanya akal-akalan Ika saja, karena selama ini mereka melihat Ika beraksi seorang diri.   
“Selama ini Ika ngurus seorang diri, kita tidak melihat ada orang lain, hanya saja sering kali ketika sedang berada di rumah kita, dia mendapatkan telepon dari seseorang, setelah menerima telepon dia selalu berujar uang modal kita kurang, kita disuruh menambah lagi,” ujar Samsul Huda, salah seorang korban.   
Samsul tidak bisa memastikan apakah telepon itu hanya modus untuk mengelabui atau memang ada orang lain yang menyuruh Ika untuk mengumpulkan modal dari para korban. Jika memang uang puluhan milyar tersebut seluruhnya ada di tangan Ika, kehidupan Ika selama ini biasa-biasa saja, tidak mewah sama sekali.   
Rumah yang dihuninya biasa bukanlah rumah mewah seperti yang dihuni oleh para korban. Para korban pun melihat selama dalam pelarian, mereka mendengar kabar bahwa kondisi Ika pun terlunta-lunta.    
Selama kesehariannya pun, Ika selama ini tidak pernah memiliki masalah dengan tetangga. Ia pun terlihat baik dan tidak memiliki catatan kriminalitas di Kepolisian. Samsul mengatakan selama ini terlapor membuat sistem terkotak-kotak, hingga tidak ada satu pun yang tahu berapa jumlah korban Ika hingga saat ini.   
“Selama ini kita tidak pernah tahu siapa saja korbannya, saya sama saudara saya saja tidak tahu kalau sama-sama menanamkan modal ke Ika, kita baru tahu kalau sama-sama menjadi korban penipuan, setelah semua aksi ini terbongkar,” ujarnya.   
Saat semua terbongkar, saat itulah baru tahu bahwa jumlah korban Ika begitu banyak. Namun rata-rata korban sama sekali tidak punya barang bukti berupa kwitansi, hanya satu orang saja yang memiliki barang bukti yakni Nanik Sri Wahyuni, 36 tahun, korban yang tinggal di Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang    
Ditempat terpisah, Nanik membenarkan bahwa saat ini jumlah korban cukup banyak, namun tidak satu pun yang tahu persis berapa jumlah korban Ika. “Sengaja dibuat bilik-bilik, hingga kita tidak tahu persis dengan siapa saja korban bekerjasama, ngomongnya ke masing-masing korban hanya bekerjasama dengan kita saja, ternyata dia juga mengambil uang dari orang lain,” ujarnya.
Nanik menceritakan, pernah ia mencurigai Ika bekerjasama dengan seorang bidan yang tinggal di Kecamatan Ngantang. “Saya sempat curiga dia bekerjasama dengan bidan di Ngantang ini, ternyata pada satu saat saya ketemu di rumah Ika, dia menangis karena sama-sama mengeluarkan uang miliaran rupiah kepada Ika, akhirnya kita berdua hanya bisa lemas,” ujar Nanik.
Nanik mengatakan selain kwitansi, ia juga mempunyai foto kopi surat penunjukkan pengadaan lelang seragam yang ditandatangani oleh instansi resmi berkop pemerintah daerah. Hanya saja, ia tidak tahu persis apakah surat tersebut asli atau tidak. “Sekarang semua bukti surat-surat, kwitansi saya titipkan orang kepercayaan saya,” ujarnya.(muh/ary)