Wanita Tunawicara Diduga Dibunuh

MALANG – Ketenangan warga Dusun Sentong, Desa Rembun, Kecamatan Dampit, akhir pekan kemarin, digemparkan dengan tewasnya Jumini, 42 tahun, warga sekitar. Korban yang diketahui mengalami tuna wicara  dan tuna rungu ini, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya. Diduga kematiannya dibunuh, karena ditemukan bekas luka jeratan di lehernya.
Kanitreskrim Polsek Dampit, Ipda Soleh Mas’udi mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasusnya. Beberapa orang saksi masih dimintai keterangan untuk mengungkap kematian korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena dibunuh.
“Kami masih mendalami perkaranya. Termasuk mencari tahu apa motif pelaku jika memang korban tewas dibunuh. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ujar Soleh, mantan Kasubag Humas Polres Malang ini.
Peristiwa dugaan pembunuhan kali pertama diketahui oleh Kasmira, tetangga korban yang sudah seperti saudaranya. Pagi sekitar pukul 08.00, Kasmira curiga dengan kondisi rumah korban yang masih tertutup. Selain itu, ia juga sama sekali tidak melihat korban keluar rumah.
Padahal selama ini korban yang diketahui tinggal seorang diri, selalu keluar pagi. Curiga ada yang tidak beres, Kasmira memberanikan diri masuk ke dalam rumah korban melalui pintu belakang yang terbuat dari anyaman bambu.
Saat melihat ke kamar, saksi Kasmira terkejut saat melihat korban terkapar dengan kain selendang melilit di leher. Saksi kemudian melepas kain selendang, dengan tujuan supaya korban bisa bernafas jika masih hidup. Namun ketika dibuka, diketahui ada jeratan pada leher. Selain itu darah juga keluar dari mulut korban.
Karena memperkirakan korban tewas dibunuh, saksi lalu memberitahukan kepada perangkat desa dan warga sekitar. Selanjutnya kejadian itu diteruskan dengan melapor ke petugas Polsek Dampit. “Kami sudah melakukan olah TKP.Barang bukti yang kami amankan selain selendang batik warna merah, juga pakaian korban,” tutur Soleh.(agp/aim)