Kontainer Terguling, Kemacetan Hingga Tiga Kilometer

TUNGGU EVAKUASI :  Petugas mengatur arus lalu lintas yang macet, akibat truk kontainer yang membawa jahe terguling, saat menghindar sepeda motor di fly over Lawang.

LAWANG - Truk kontainer nopol L 8246 UP bermuatan jahe sekitar 25 ton dari Blitar yang akan dikirim ke Surabaya, terguling di fly over Lawang Minggu pagi kemarin. Meski tidak sampai ada korban jiwa, kecelakaan itu membuat kemacetan parah hingga tiga kilometer, karena bodi kontainer yang terguling menutup sebagian jalan.
Truk yang dikemudikan Retno Pudji Saputro, 34 tahun warga Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, terguling setelah menghindari sepeda motor tidak dikenal yang tiba-tiba menyalip dari arah bersamaan. Meski tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, mengakibat kemacetan panjang kendaraan yang menuju arah Surabaya. Kendaraan yang melintas harus satu persatu bergantian lewat dekat lokasi kecelakaan, supaya tidak memperparah kemacetan.
“Sopir truk bersama kernetnya selamat dan tidak mengalami luka sedikit pun. Kami langsung memintai keterangan keduanya terkait peristiwa tergulingnya truk ini,” ujar Petugas Laka Lantas Polres Malang Ipda Budi Prasetyo kepada Malang Post kemarin.
Saat itu, Retno mengemudikan truknya usai mengambil muatan jahe dari Kabupaten Blitar. Sesampainya di fly over Lawang, dia menurunkan kecepatannya karena jalanan sedikit menanjak dan mengemudikan kendaraanya di sisi kiri. Saat melaju dengan kecepatan pelan itu, tiba-tiba ada sepeda motor menyalip dari arah bersamaan.
Karena kaget dengan keberadaan sepeda motor tidak dikenal itu, Retno membanting setir ke arah kiri supaya menghindari tabrakan. Naasnya, bak truk tronton itu juga ikut oleng dan terguling ke arah kiri. “Usai menyalip yang membuat truk saya terguling, sepeda motor itu tidak berhenti. Sepeda terus melaju kearah utara,” kesal Retno.
Akibat tergulingnya truk tersebut, membuat badan jalan sisi kiri tidak bisa dipergunakan oleh kendaraan yang lewat. Sehingga menimbulkan kemacetan yang sangat parah. Ekor kemacetan itu sendiri, terjadi hingga di depan Pasar Singosari. Lantaran saat itu banyak kendaraan dari luar kota berlibur ke Malang Raya.
Hal itu belum diperparah dengan Derek berkapasitas sekitar 80 ton yang didatangkan dari Surabaya sempat terjebak kemacetan. Sehingga proses evakuasi tidak bisa cepat dilakukan. Barulah pada sore hari kemarin, setelah alat berat datang untuk mengevakuasi truk tersebut, arus lalu lintas di Singosari-Lawang berangsur normal kembali. (big/aim)