Tengah Hamil, Jumini Dihabisi Tetangganya

MALANG – Kematian Jumini, 42 tahun, warga Dusun Sentong, Desa Rembun, Kecamatan Dampit akhirnya terungkap. Korban yang mengalami tuna wicara  dan tuna rungu ini, dibunuh secara sadis oleh tetangganya sendiri. Saat dihabisi korban dalam kondisi hamil dua bulan.
Kanitreskrim Polsek Dampit, Ipda Soleh Mas’udi dikonfirmasi mengatakan, bahwa pelaku pembunuhan terhadap Jumini sudah terungkap. Hanya siapa namanya, masih dirahasiakan karena masih proses penyelidikan.
“Pelaku sudah kami amankan, inisialnya J. Saat ini kami masih mendalami kasusnya termasuk motif di balik aksi pembunuhan itu,” ujar Soleh, ketika dikonfirmasi semalam.
Soal kehamilan korban, mantan Kasubag Humas Polres Malang ini membenarkannya. Sesuai pemeriksaan dokter saat visum, korban memang sedang mengandung usia sekitar dua bulan. Kehamilannya itu hasil hubungan gelap dengan orang lain, karena selama ini korban diketahui tidak punya suami. “Namun siapa pria yang menghamilinya, itu yang masih kami selidiki,” katanya.
Untuk motif pembunuhan, dikatakan Soleh untuk sementara karena pelaku dendam dengan korban. Sebab pelaku terus dimintai pertanggungjawaban oleh korban untuk dinikahi karena hamil. “Sementara pelaku sendiri mengaku, berhubungan intim dengan korban baru sekali, sekitar lima hari sebelum korban dibunuh,” jelasnya.
Sekadar diketahui, ketenangan warga Dusun Sentong, Desa Rembun, Kecamatan Dampit, akhir pekan kemarin, digemparkan dengan tewasnya Jumini, 42 tahun, warga sekitar. Korban yang diketahui mengalami tuna wicara  dan tuna rungu ini, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar. Kali pertama diketahui oleh Kasmira, tetangga korban yang sudah seperti saudaranya. Pagi sekitar pukul 08.00, Kasmira curiga dengan kondisi rumah korban yang masih tertutup. Selain itu, ia juga sama sekali tidak melihat korban keluar rumah.
Padahal selama ini korban yang diketahui tinggal seorang diri, selalu keluar pagi. Curiga ada yang tidak beres, Kasmira memberanikan diri masuk ke dalam rumah korban melalui pintu belakang yang terbuat dari anyaman bambu.
Saat melihat ke kamar, saksi Kasmira terkejut saat melihat korban terkapar dengan kain selendang melilit di leher. Saksi kemudian melepas kain selendang, dengan tujuan supaya korban bisa bernafas jika masih hidup. Namun ketika dibuka, diketahui ada jeratan pada leher. Selain itu darah juga keluar dari mulut korban.(agp/aim)