Usai Cekcok, Suami Nekat Gantung Diri

Petugas berjaga di rumah korban Agus Salim

WAJAK - Ketenangan warga Dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Blayu, Kecamatan Wajak mendadak gempar kemarin pagi. Agus Salim, 43 tahun, warga setempat nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Pria yang bekerja sebagai debt collector itu, nekat mengakhiri hidupnya setelah cekcok dengan istrinya.
Kapolsek Wajak AKP Sardikan SE SH mengatakan, penyebab kematian korban murni bunuh diri dan tidak ada bekas tanda kekerasan yang ada di tubuhnya. “Keluarga korban menolak dilakukan otopsi. Karena keluarga korban mengikhlaskan kepergian dan menanggapnya ini sebagai suatu musibah,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Diperoleh informasi, perisitiwa yang mengehebohkan warga itu terjadi sekitar jam 03.30 WIB. Sebelumnya, korban bersama istrinya, Komsiani, 39 tahun, pada Senin (8/9) malam, tetangga sekitar mendengar mereka berdua bertengkar dan adu mulut sekitar 15 menit.
 “Setahu saya, keduanya bertengkar karena korban mempunyai wanita idaman lain (WIL). Soalnya, istri korban pernah curhat seperti itu kepada istri saya. Hal itu mungkin penyebab pertengkaran keduanya saat itu,” ujar Untung, tetangga korban,
Menurutnya, usai pertengkaran itu tidak ada tanda yang aneh ditunjukan keduanya. Sekitar pukul 04.15, Komsiani keluar rumah menuju musala untuk salat subuh. Saat itu, korban diketahui juga sudah bangun dan bersiap untuk bekerja
Namun, karena merasa tidak enak hati, Komsiani kembali ke rumahnya. Alangkah kagetnya sesampainya di rumah itu, dia mendapatkan suaminya tewas tergantung di depan pintu kamar. Korban gantung diri menggunakan seutas kain batik. Sontak, istri korban berteriak meminta tolong korban yang membuat heboh warga sekitar.
“Saat kejadian itu, ketiga anaknya masih beristirahat di dalam kamar. Warga termasuk saya yang mengetahui hal itu langsung lapor ke Polsek Wajak,” terang Untung. Kepolisian yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaaan. (big/aim)