Enam Budak SS Diringkus Polres Malang Kota

TAK BERKUTIK: Budak SS yang ditangkap Satuan Reskoba Polres Malang.

MALANG – Jaringan peredaran narkotika di Kota Malang, ternyata masih cukup tinggi. Padahal, pada 2015, melalui program P4GN (Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika), pemerintah menargetkan Indonesia bebas narkoba. Enam budak sabu-sabu (SS), yang ditangkap Satuan Reskoba Polres Malang Kota awal pekan kemarin, menjadi bukti bahwa peredaran narkoba masih bebas.
Enam tersangka dari tiga kasus narkoba ini, Rabu kemarin digelar Humas Polres Malang Kota. Mereka adalah Herianto alias Hamid, 45 tahun, warga Jalan IR Rais Gg IX, Sukun. Ia ditangkap sepaket dengan AMH alias Itak, 42 tahun, warga Jalan Brigjend Katamso V Malang.
Keduanya diringkus saat mau transaksi di depan rumah Itak. Barang bukti yang diamankan dari mereka adalah dua poket SS masing-masing seberat 0,41 gram dan 0,48 gram, serta tiga buah handphone.
“Keduanya ini sama-sama pengguna SS. Itak membeli SS kepada Hamid seharga Rp 800 ribu untuk dipakai sendiri. Sedangkan Hamid, mendapat barang dari seseorang yang kini masih kami menjadi DPO,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Tersangka lainnya adalah Angga alias Jidin, 23 tahun, warga Jalan Gadang IV Malang, Wieke alias Cece, 24 tahun, warga Pondok Blimbing Indah Blok O Malang serta AH alias Gundul, 19 tahun warga Jalan KH Malik Dalam, Buring - Kedungkandang. Ketiganya ini satu paket kasus narkoba yang ditangkap hampir bersamaan.
Jidin adalah pembantu Cece, sementara Cece adalah istri siri dari tersangka Gundul. Dari ketiganya Jidin, yang kali pertama tertangkap. Saat ditangkap polisi menemukan barang bukti sepoket SS seberat 0,8 gram. Ia mengaku kalau SS tersebut adalah milik Cece, majikannya.
Polisi lalu mengembangkan dan menangkap Cece di rumahnya. Saat dilakukan penggeledahan petugas menemukan seperangkat alat hisap. Dalam pemeriksaan Cece mengaku mendapat barang dari Gundul. Akhirnya polisi mencari keberadaan Gundul, dan berhasil menangkapnya di dekat rumah Cece dengan barang bukti 1,6 gram SS.
“Pengakuan Cece, dia menggunakan SS karena sekedar coba-coba saja. Dan untuk kasus ini, tersangka Gundul kami jerat dengan pasal 114 tentang pengedar sedangkan Jidin dan Cece, kami jerat pasal 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara,” jelas Nunung.
Sementara satu tersangka lagi adalah Wasis alias Sunarto, warga Jalan Kresno, Kelurahan Polehan – Blimbing. Pria 43 tahun ini, ditangkap petugas sesaat setelah menikmati serbu putih SS. Sebagai barang buktinya polisi mengamankan sisa sabu yang dipakai seberat 0,2 gram, sebuah HP serta seperangkat alat hisap.
“Saya memakai SS itu hanya untuk iseng dan coba-coba saja. Sebelumnya sama sekali tidak pernah. Sepoket saya membelinya Rp 900 ribu, sekarang sisanya tinggal 0,2 gram,” tutur tersangka Wasis, yang juga dijerat dengan pasal 112 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.(agp/nug)