Baru Sehari Lahir Sudah Dibuang Ibu

BATU-Diperkirakan baru usia sehari keluar dari rahim, bayi laki-laki sudah bernasib malang. Dalam kondisi kedinginan terbungkus kain selimut, bayi imut-imut itu ditemukan warga Dusun Kasin, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kamis malam lalu.
Walapun berselimut putih, namun saat ditemukan oleh Sumiatin, 70 tahun dan Sunarto, 40 tahun warga dusun setempat, bayi tersebut terus menangis lantaran kain yang membalut tubuhnya sangat tipis. Kuat diduga, korban sengaja dibuang oleh sang ibu yang kemungkinan malu telah melahirkan seorang bayi, lantaran statusnya belum menikah.
Kapolsek Karangploso, AKP Sugeng Hardianto mengatakan, bayi tersebut kondisinya sehat meski sempat kedinginan. "Bayi ini langsung dibawa ke Bidan Yeni yang rumahnya tidak jauh dari tempat penemuan, Alhamdulillah sekarang kondisinya makin sehat," ujarnya kepada Malang Post.
Polisi sudah melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut, untuk mencari orangtua bayi yang tega membuang anaknya itu. Dari keterangan Bidan Yeni, bayi itu masih berumur satu hari, hal itu dikuatkan dari belum terpotongnya tali pusar.
Sementara keterangan saksi mata menyebut, saat itu Sumiatin dan Suarno sedang berada di dalam rumah. Ketika asyik mengobrol itulah, keduanya mendengar suara tangis bayi yang sangat keras. "Saya kaget, karena saya kira anaknya orang yang kebetulan lewat, tapi kok terus-terusan menangis. Akhirnya kami berdua keluar dan menemukan ada bayi yang terbungkus selimut warna putih di depan rumah saya," ungkapnya.
Kondisi depan rumah Suarno bila sudah melewati pukul 21.00, memang dalam keadaan sepi. Gelapnya malam dimanfaatkan orangtua bayi untuk meletakkan buah hatinya itu di teras rumah warga. Suarno juga mengaku tidak mendengar sama sekali bunyi kendaraan lewat, namun  diperkirakan orangtua bayi menaruh motornya agak jauh.
Penemuan bayi itu, menggegerkan masyarakat sekitar. Beberapa orang tertarik untuk mengadopsi termasuk Bidan Yeni karena sudah 10 tahun menikah, belum mempunyai anak. Jika direstui Dinas Sosial, sang bidan ini akan mendapatkan anak kedua, karena anak pertamanya juga didapat lewat cara adopsi. (muh/lyo)