Tangkap Penimbun BBM, Buru Pemodal

DIAMANKAN: Tersangka MS memodifikasi truk untuk menimbun solar bersubsidi, ia diamankan di Mapolres Malang kemarin.

KEPANJEN - Kelangkaan solar subsidi beberapa waktu lalu di Malang, dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mengeruk keuntungan. Tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Malang baru saja MS (24 tahun) yang menimbun solar subsidi di sekitar SPBU Karangkates Kecamatan Sumberpucung, Kamis (11/9/14) dini hari.
Warga Desa Kertosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan ini ditangkap setelah mengisi solar di SPBU tersebut. Dari tersangka, petugas menyita satu unit truk N 9796 UT yang sudah dimodifikasi di dalam baknya dengan tangki berukuran 5.000 liter sebagai tempat menimbun solar.
“Jadi, bagian bawah truk tersebut sudah dimodifikasi, ada pompanya sehingga solar yang diisi melalui tangki truk kemudian di pompa ke tangki yang ada di atas. Saat kami amankan, terdapat 700 liter solar subsidi di dalam tangki di bak truk tersebut,” kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada wartawan kemarin.
Dia menjelaskan, keberhasilan jajarannya mengungkap kasus ini bermula dari informasi salah seorang masyarakat yang mengetahui truk tersebut sering berkeliaran di wilayah Sumberpucung. Tidak hanya berkeliaran, truk itu juga mengambil solar dalam jumlah yang banyak dari dua SPBU yang ada di Sumberpucung. “Warga melaporkan truk ini sudah mengisi solar subsidi di SPBU Ngebruk dengan jumlah full tangki. Setelah dari tempat itu, truk kembali mengisi solar di SPBU Karangkates,” terang AKP Wahyu Hidayat.
Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini mengatakan, informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Polisi membuntuti gerak gerik truk berwarna merah di bagian baknya ini. Setelah diyakini sopir truk tersebut melakukan penimbunan, langsung ditangkap oleh Buser Reskrim.
“Sebenarnya tersangka ini bersama kernetnya berinisial MR. Namun, saat diperiksa, kernetnya tidak mengetahui hal tersebut. Untuk itu, kami tetapkan MR sebagai saksi,” kata perwira pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Masih kata AKP Wahyu Hidayat, rencananya solar ilegal tersebut dijual oleh tersangka untuk keperluan industri di Kabupaten Pasuruan. Tersangka menjual harga solar subsidi tersebut di bawah pasaran yang seharusnya dibayar oleh pelaku industri. “Kami masih memburu pemodalnya. Karena aksi tersangka ini dimodali oleh seseorang yang saat ini masih kami selidiki,” tuturnya.
Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 55 No 22 Tahun 2001 tentang migas yang ancaman hukumannya maksimal enam tahun kurungan penjara . (big/han)