Kapolsek : Larung Sesaji Tidak Berizin

MALANG – Kegiatan larung sesaji yang diadakan Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan (LKPDH) di Pantai Goa Cina Dusun Troworatih, Desa Sitiarjo Sumbermanjing wetan (Sumawe), Jumat (12/9) lalu ternyata tidak memiliki izin. Polsek Sumawe, selaku pengawas keamanan sama sekali tidak ada pemberitahuan dan tidak mengeluarkan izin untuk kegiatan itu.
“Kegiatan itu (larung sesaji) sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada kami. Panitia penyelenggara tidak pernah meminta izin. Termasuk pihak Koramil dan Kecamatan Sumawe juga mengaku tidak pernah mendapat pemberitahuan,” terang Kapolsek Sumawe, AKP Farid Fathoni.
Mantan Kapolsek Pakisaji ini mengatakan, seharusnya apapun kegiatannya harus ada pemberitahuan kepada Muspika. Sehingga bisa dilakukan pengawasan secara maksimal. “Kalau kejadiannya seperti ini, apakah panitia mau bertanggungjawab,” ujarnya.
Sekadar diketahui, sedekah larung sesaji yang diadakan Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan (LKPDH) di Pantai Goa Cina Dusun Troworatih Desa Sitiarjo Sumbermanjing wetan (Sumawe), membawa duka. Salah seorang anggota SAR, Adi Purwoto, 46 tahun, hilang tenggelam saat mengawal kegiatan larung tersebut.
Hingga kemarin, upaya pencarian masih terus dilakukan. Sekitar 70 personil SAR gabungan ikut melakukan pencarian. Diantaranya mulai dari Basarnas, PMI Kabupaten Malang, SAR Pantai Selatan, SAR Perhutani, Polair Polres Malang, SAR TNI AL serta petugas dari Polsek Sumawe.
Menurut Farid, anggota SAR gabungan yang melakukan pencarian dibagi menjadi tujuh tim. Dua tim melakukan pencarian menggunakan perahu skoci serta perahu karet, yakni dari SAR TNI AL serta Polair Polres Malang. Sedangkan lima tim lainnya melakukan penyisiran dengan jalan kaki di sekitar bibir pantai.
“Pencarian tidak hanya menyisir pantai sekitar lokasi, tetapi juga kami lakukan pencarian di Pantai Lain seperti Sendangbiru, Pantai Tambanserta Pantai Bajulmati. Setiap tim ada sepuluh personil gabungan,” jelasnya.
Aprillianto, Sekretaris PMI Kabupaten Malang, mengatakan upaya pencarian dimaksimalkan selama tujuh hari. Jika dalam waktu tujuh hari tidak ditemukan, pencarian akan dihentikan dan hanya dilakukan pemantauan. “Sebetulnya ada dua orang yang kemarin (Jumat, red) tenggelam. Tetapi satu orang atas nama Sukir selamat setelah berenang ke tepian,” paparnya.(agp/aim)