Dililit Hutang, Bandar Judi Malah Tertangkap

BATU-Perjudian jenis Cap Jikie yang selama ini sudah bertahun tahun menjamur di Pasar Batu, kemarin digerebek Sat Reskrim Polres setempat. Dari penggerebekan di Unit II Pasar Batu bagian belakang itu, polisi meringkus Eko Cahyono, 50 tahun warga Jalan Dewi Sartika Atas, Kelurahan Temas, yang bertindak sebagai bandar
Dalam pemeriksaan, Eko mengaku baru seminggu ini beralih profesi dari buruh menjadi bandar judi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun belum lama menikmati hasil dari perjudian itu, Eko keburu diringkus polisi. “Baru seminggu jadi bandar, sudah ketahuan. Saya main judi karena terlilit hutang,”akunya.
Menariknya, arena judi Cap Jikie di kawasan itu tidak hanya dibandari Eko saja. Sebaliknya digerakan oleh 3 sampai 4 orang yang sama-sama bertindak sebagai bandar, dengan pola bergantian. “Kalau saya mendapat giliran buka, teman bandar lainnya harus tutup dan begitu sebaliknya,” akunya.
Setiap hari, keuntungannya bisa mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Namun bila permainan lebih banyak dikuasai petaruh, rata-rata kerugian yang harus ditanggung sekitar Rp 100 ribu. Taruhannya pun nilainya bervariasi kecil, antara Rp 1000 sampai Rp 10.000. Alat taruh berupa bola tenis yang dilempar di bagian papan sebesar papan karambol, yang dilengkapi gambar-gambar bidikan.
Untuk menarik minat petaruh, Eko sengaja memberikan 10 X lipat bagi petaruh yang berhasil menang. Misalnya, salah satu petaruh pasang Rp 1000 akan mendapatkan imbalan Rp 10 ribu bila bola tenis berhenti pada gambar yang dibidik.“Yang ikut banyak, kadang ada yang dari luar kota walaupun sebagian besar warga Kota Batu,”ungkapnya kepada Malang Post.
Kasubag Humas Polres Batu, AKP Waluyo mengatakan, penggrebekan dilakukan sekitar pukul 10.30. Dari tangan tersangka, kata Waluyo, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti satu buah papan Jikie, sebuah bola tenis, dan kursi yang digunakan untuk duduk bandar serta uang sebesar Rp134 ribu. (mik/lyo)